China Hadapi Berbagai Tantangan Perihal Klaim Seluruh Laut China Selatan

Jum'at, 12 April 2024 - 16:08 WIB
loading...
A A A
Menurut Administrasi Informasi Energi AS, Laut China Selatan menyimpan sekitar 11 miliar barel minyak dan 190 triliun kaki kubik cadangan gas. Para analis menganggap hal ini sebagai alasan utama mengapa China, importir minyak terbesar dunia, mengajukan klaim atas seluruh Laut China Selatan dengan mengabaikan klaim negara beberapa tetangganya dan keputusan pengadilan internasional di tahun 2016 yang menyatakan klaim Beijing atas perairan tersebut tidak berdasar.

Klaim China di Laut China Selatan


Namun, AS dan sekutunya khawatir akan konsekuensi mengabaikan pendekatan China terhadap jalur perairan internasional yang penting ini. Mereka khawatir bahwa klaim Beijing yang terang-terangan dan melanggar hukum atas seluruh Laut China Selatan dapat mengancam kebebasan navigasi dan jalur komunikasi laut (SLOCs) yang penting bagi jalur perdagangan maritim dan pergerakan pasukan Angkatan Laut. Setiap tahun, diperkirakan perdagangan internasional senilai USD5 triliun melewati Laut China Selatan.

Selama beberapa tahun terakhir, Angkatan Laut, Coast Guard, dan milisi maritim China telah berulang kali mengganggu Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) masing-masing di Laut China Selatan yang disengketakan. Dipersenjatai dengan kapal-kapal militer yang lebih besar dan lebih berat, Coast Guard China telah melakukan kunjungan yang lebih sering dan invasif ke ZEE ini. Langkah-langkah ini lebih sering mengakibatkan pertemuan dekat dengan Angkatan Laut negara-negara Asia Tenggara.

Pada 2021, kapal Coast Guard Indonesia dan kapal Coast Guard China saling membayangi selama berbulan-bulan di dekat Laut Natuna di Laut China Selatan tempat Indonesia melakukan latihan eksplorasi minyak. Indonesia menyatakan, berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), Laut Natuna Utara yang terletak di ujung selatan Laut China Selatan merupakan bagian dari ZEE-nya.

Pada Desember 2022, Indonesia harus mengerahkan kapal perang ke Laut Natuna Utara untuk memantau kapal Coast Guard China yang aktif di wilayah tersebut. Indonesia, yang bukan pihak dalam sengketa Laut China Selatan, mempunyai kepentingan strategis dan ekonomi karena ZEE-nya tumpang tindih dengan beberapa negara Asia Tenggara serta ”sembilan garis putus-putus” China.

Filipina, yang membenarkan latihan gabungan udara dan laut besar-besaran dengan Amerika Serikat, Jepang, dan Australia di Laut China Selatan pada 7 April, terus-menerus menghadapi gangguan dari Coast Guard dan milisi maritim China di ZEE-nya. Hanya dua hari menjelang latihan militer gabungan dengan sekutunya, Manila melaporkan kapal penangkap ikannya diganggu oleh kapal Coast Guard China yang menggunakan meriam air untuk menghalangi pergerakan mereka di laut.

Sebelumnya, pada bulan Maret, Coast Guard Filipina menuduh Coast Guard China melakukan “tindakan sembrono dan ilegal” di Laut China Selatan setelah Coast Guard tersebut menabrak kapal China, yang mengakibatkan kerusakan struktural kecil pada kapal tersebut. Masih di bulan yang sama, Manila melakukan protes keras setelah dua kapal Coast Guard China menyemprotkan meriam air ke kapal pasokan yang dioperasikan Angkatan Laut Filipina di dekat Second Thomas Shoal yang disengketakan di Laut China Selatan. Insiden tersebut mengakibatkan awak Angkatan Laut Filipina terluka dan kapal mereka rusak parah di Laut China Selatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Serangan Rudal Iran...
Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah
Harga Minyak Dunia Mendidih...
Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran
Rekomendasi
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Berita Terkini
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Infografis
China Klaim Rudal Naga...
China Klaim Rudal Naga Api 480 Mampu Tenggelamkan Kapal Perang AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved