Vatikan Tegaskan Menentang Operasi Ganti Kelamin

Selasa, 09 April 2024 - 08:30 WIB
loading...
Vatikan Tegaskan Menentang...
Paus Fransiskus memimpin prosesi di Vatikan. Foto/REUTERS
A A A
ROMA - Pembedahan penyesuaian gender dan ibu pengganti merupakan ancaman besar terhadap martabat kehidupan manusia, dan setara dengan aborsi dan euthanasia, menurut Gereja Katolik dalam catatan doktrinal terbarunya.

Paus Fransiskus sebelumnya menyebut transgenderisme sebagai “ideologi berbahaya”, dan mengklaim transgenderisme adalah bagian dari “perang global” melawan pernikahan dan keluarga.

Pada saat yang sama, Vatikan dalam beberapa bulan terakhir telah melonggarkan peraturannya, mengizinkan para pastor memberikan pemberkatan kepada pasangan sesama jenis di luar ritual keagamaan atau liturgi, meskipun tidak melegitimasi apa yang masih disebut sebagai “situasi yang tidak biasa.”

November lalu, Gereja Katolik juga mengklarifikasi umat transgender boleh menerima sakramen baptisan, menjadi saksi dalam upacara pernikahan, dan bertindak sebagai wali baptis, asalkan hal ini tidak mengarah pada “skandal publik.”

Pada Senin (8/4/2024), dalam makalah berjudul ‘Doktrin Iman “Dignitas Infinita” tentang Martabat Manusia’, Takhta Suci menyatakan masyarakat harus menerima kehidupan dan tubuh mereka sebagai “hadiah dari Tuhan.”

Oleh karena itu, segala upaya untuk mengubah hal ini sama saja dengan bermain-main dengan Tuhan, menurut dokumen tersebut.

Vatikan lebih lanjut berpendapat, “Teori gender bertujuan menyangkal perbedaan terbesar yang ada di antara makhluk hidup: perbedaan seksual.”

“Oleh karena itu, setiap intervensi perubahan jenis kelamin, pada umumnya, berisiko mengancam martabat unik seseorang yang telah diterima sejak saat pembuahan,” ungkap dokumen tersebut.

Baca juga: Hamas 'Rope-a-Doped' Israel, Seperti Muhammad Ali saat Lawan George Foreman

Makalah ini membedakan antara transisi melalui pilihan dan kasus di mana pembedahan dilakukan pada individu dengan “kelainan alat kelamin yang sudah terlihat sejak lahir atau yang berkembang kemudian.”

Takhta Suci berpendapat teori gender memainkan “peran sentral” dalam apa yang disebut “kolonisasi ideologis.”

Namun, dokumen tersebut, yang kabarnya membutuhkan waktu lima tahun untuk dibuat, juga menargetkan negara-negara di mana “orang-orangnya dipenjara, disiksa, dan bahkan kehilangan kehidupannya semata-mata karena orientasi seksual mereka.”

“Praktek-praktek seperti itu bertentangan dengan martabat manusia,” ungkap gereja tersebut.

Dugaan ancaman lain yang disebutkan dalam makalah ini adalah ibu pengganti, yang digambarkan sebagai mengubah anak-anak menjadi “hanya objek” dan menyangkal hak mereka yang tidak dapat dicabut untuk “memiliki asal usul yang sepenuhnya manusiawi (dan bukan buatan manusia).”

“Ibu pengganti melanggar martabat perempuan, yang akhirnya menjadi terpisah dari anak yang tumbuh dalam dirinya dan hanya menjadi sarana untuk tunduk pada keuntungan atau keinginan sewenang-wenang orang lain,” papar dokumen Vatikan itu.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
Paus Leo Sebut Perang...
Paus Leo Sebut Perang di Timur Tengah sebagai Skandal, Desak Gencatan Senjata Segera
Penembak Massal Sekolah...
Penembak Massal Sekolah Kanada Ternyata Transgender, Namanya Jesse van Rootselaar
Khotbah Natal Pertama,...
Khotbah Natal Pertama, Paus Leo Soroti Tenda Warga Palestina di Gaza dan Kelahiran Yesus
Diberkati Paus Fransiskus,...
Diberkati Paus Fransiskus, Nilai Lukisan Denny JA Diprediksi Tembus Rp34 Miliar
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Pakistan Balas Serangan...
Pakistan Balas Serangan India, Luncurkan Operasi Bunyan Marsoos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved