Paus Fransiskus Menentang Trump yang Anti-Migran dan Harris yang Pro-Aborsi
Sabtu, 14 September 2024 - 08:30 WIB
loading...
Paus Fransiskus tiba di Stadion Nasional Singapore SportsHub untuk memimpin misa bersama Uskup Agung Singapura, Kardinal William Goh Seng Chye (kanan), Kamis, 12 September 2024. Foto/AP/Gregorio Borgia
A
A
A
VATIKAN - Paus Fransiskus menegaskan Calon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Kamala Harris sama-sama "menentang kehidupan," dan para pemilih Katolik harus memilih "kejahatan yang lebih ringan".
Berbicara kepada wartawan saat kembali ke Roma dari Singapura, Paus Fransiskus mengatakan, "Tidak memilih itu buruk," dan umat beriman "harus memilih."
"Anda harus memilih kejahatan yang lebih ringan," jelas dia. "Siapa kejahatan yang lebih ringan? Wanita itu, atau pria itu? Saya tidak tahu. Apakah dia yang mengusir para migran, atau dia yang membunuh anak-anak, keduanya menentang kehidupan."
Jika terpilih, Trump telah berjanji menutup perbatasan selatan AS dan memimpin "operasi deportasi terbesar dalam sejarah Amerika."
Harris telah berjanji menandatangani undang-undang yang menjamin akses yang sama terhadap aborsi seperti dalam kasus Roe v Wade, keputusan penting Mahkamah Agung yang dibatalkan pada tahun 2022.
Roe v Wade melindungi hak perempuan untuk melakukan aborsi, tetapi pembatasan tertentu terhadap hak ini, misalnya, larangan aborsi setelah trimester kedua kehamilan, ditetapkan dalam undang-undang berikutnya.
Calon wakil presiden Harris, Tim Walz, menandatangani undang-undang pada tahun 2023 yang mengizinkan aborsi dilakukan hingga saat kelahiran.
Berbicara kepada wartawan saat kembali ke Roma dari Singapura, Paus Fransiskus mengatakan, "Tidak memilih itu buruk," dan umat beriman "harus memilih."
"Anda harus memilih kejahatan yang lebih ringan," jelas dia. "Siapa kejahatan yang lebih ringan? Wanita itu, atau pria itu? Saya tidak tahu. Apakah dia yang mengusir para migran, atau dia yang membunuh anak-anak, keduanya menentang kehidupan."
Jika terpilih, Trump telah berjanji menutup perbatasan selatan AS dan memimpin "operasi deportasi terbesar dalam sejarah Amerika."
Harris telah berjanji menandatangani undang-undang yang menjamin akses yang sama terhadap aborsi seperti dalam kasus Roe v Wade, keputusan penting Mahkamah Agung yang dibatalkan pada tahun 2022.
Roe v Wade melindungi hak perempuan untuk melakukan aborsi, tetapi pembatasan tertentu terhadap hak ini, misalnya, larangan aborsi setelah trimester kedua kehamilan, ditetapkan dalam undang-undang berikutnya.
Calon wakil presiden Harris, Tim Walz, menandatangani undang-undang pada tahun 2023 yang mengizinkan aborsi dilakukan hingga saat kelahiran.
Lihat Juga :