Rusia Ancam Finlandia Jika Dijadikan Markas Senjata Nuklir NATO
Minggu, 07 April 2024 - 10:44 WIB
loading...
A
A
A
“Pihak Finlandia menyadari bahwa provokasi besar seperti itu tidak akan dibiarkan tanpa tanggapan Rusia. Namun, kami berharap akal sehat akan menang.”
Presiden Rusia Vladimir Putin pada bula lalu mengecam keputusan Finlandia karena menjadi anggota NATO, dan menyebut bergabungnya negara tetangganya itu sebagai “langkah tidak masuk akal” yang memaksanya mengirim senjata ke perbatasan.
Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo berpidato di Parlemen Eropa pada bulan Maret, mengatakan kepada sekutunya bahwa Rusia tidak terkalahkan dan mendesak mereka untuk menghadapi tantangan dalam mendukung Ukraina dan menganggap Moskow sebagai ancaman jangka panjang bagi Eropa.
“Rusia terus melakukan kejahatan perang di Ukraina,” katanya. “Rusia jelas bersiap menghadapi konflik berkepanjangan dengan Barat dan merupakan ancaman militer permanen dan eksistensial terhadap Eropa," katanya.
"Jika kita, sebagai Eropa yang bersatu, gagal merespons tantangan ini secara memadai, tahun-tahun mendatang akan penuh dengan bahaya dan ancaman yang akan datang. Kita harus menjanjikan dukungan kita kepada Ukraina sekarang agar mereka dapat memenangkan perang ini, dan pada saat yang sama meningkatkan kemampuan pertahanan kita sendiri," imbuh dia.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada bula lalu mengecam keputusan Finlandia karena menjadi anggota NATO, dan menyebut bergabungnya negara tetangganya itu sebagai “langkah tidak masuk akal” yang memaksanya mengirim senjata ke perbatasan.
Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo berpidato di Parlemen Eropa pada bulan Maret, mengatakan kepada sekutunya bahwa Rusia tidak terkalahkan dan mendesak mereka untuk menghadapi tantangan dalam mendukung Ukraina dan menganggap Moskow sebagai ancaman jangka panjang bagi Eropa.
“Rusia terus melakukan kejahatan perang di Ukraina,” katanya. “Rusia jelas bersiap menghadapi konflik berkepanjangan dengan Barat dan merupakan ancaman militer permanen dan eksistensial terhadap Eropa," katanya.
"Jika kita, sebagai Eropa yang bersatu, gagal merespons tantangan ini secara memadai, tahun-tahun mendatang akan penuh dengan bahaya dan ancaman yang akan datang. Kita harus menjanjikan dukungan kita kepada Ukraina sekarang agar mereka dapat memenangkan perang ini, dan pada saat yang sama meningkatkan kemampuan pertahanan kita sendiri," imbuh dia.
(mas)
Lihat Juga :