alexametrics

Wapres Turki: Laporan Jasad Khashoggi Dilebur Asam Harus Diselidiki

loading...
Wapres Turki: Laporan Jasad Khashoggi Dilebur Asam Harus Diselidiki
Jamal Khashoggi, wartawan Arab Saudi pengkritik rezim kerajaan yang dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, sejak 2 Oktober 2018. Foto/REUTERS/Middle East Monitor/Handout
A+ A-
ANKARA - Wakil Presiden (wapres) Turki Fuat Oktay pada hari Senin (5/11/2018) menyerukan penyelidikan atas laporan bahwa jasad jurnalis Jamal Khashoggi dilebur dengan zat asam. Jika laporan itu terkonfirmasi, maka jejak wartawan pengkritik rezim Arab Saudi akan sulit ditemukan.

Wakil Recep Tayyip Erdogan itu mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa Khashoggi menjadi target dalam pembunuhan pra-mediasi.

"Pertanyaannya sekarang adalah siapa yang memberi perintah. Inilah yang kami cari jawabannya sekarang," kata Oktay.

"Pertanyaan lain adalah di mana tubuh (Khashoggi)...Ada laporan sekarang (jasadnya) dilarutkan dengan asam. Semua ini harus dilihat," katanya lagi.Baca: Penasihat Erdogan: Tubuh Khashoggi Dilarutkan usai Dipotong-potong

Pekan lalu, Yasin Aktay; penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yakin bahwa tubuh Jamal Khashoggi dilarutkan dengan zat asam setelah dipotong-potong. Jasad wartawan Arab Saudi pengkritik rezim kerajaan itu tak diketahui sejak dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul 2 Oktober lalu.

"Satu-satunya kesimpulan logis adalah bahwa mereka yang telah membunuh jurnalis Saudi di Istanbul telah menghancurkan tubuhnya, tanpa meninggalkan jejak di belakang," kata Aktay.

Belum ada bukti forensik yang diberikan untuk membuktikan tubuh wartawan Arab Saudi itu dilarutkan dengan asam.

"Alasan mereka memotong-motong tubuh Khashoggi adalah melarutkan jasadnya lebih mudah," kata Aktay kepada surat kabar Hurriyet Daily.

"Sekarang kita melihat bahwa mereka tidak hanya mencabik-cabik tubuhnya, tetapi juga melarutkannya," ujarnya.

Klaim itu itu muncul saat tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, meminta para pemimpin dunia untuk menyeret para pembunuh ke pengadilan. Permintaan itu diterbitkan dalam sebuah editorial untuk lima surat kabar, termasuk Guardian dan Washington Post.

Sebelumnya, Washington Post melaporkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) mengatakan kepada para pejabat tinggi AS bahwa dia menganggap Khashoggi sebagai seorang Islamis yang berbahaya.

Washington Post, tanpa menyebut sumber laporannya, menyatakan MBS membuat panggilan telepon kepada penasihat senior Presiden Donald Trump, Jared Kushner dan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton beberapa hari setelah wartawan itu hilang 2 Oktober lalu.

Khashoggi hilang usai masuk ke Konsulat Saudi di Istanbul, yang akhirnya dikonfirmasi Riyadh bahwa dia terbunuh di kantor misi diplomatik tersebut.

Seorang pejabat pemerintah Saudi dalam sebuah pernyataan membantah bahwa Putra Mahkota MBS membuat tuduhan seperti itu."Tidak ada komentar seperti itu yang disampaikan," kata pejabat tersebut.

Keluarga Khashoggi, dalam sebuah pernyataan kepada Washington Post, membantah tuduhan bahwa Khashoggi memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak