China Ingin Gunakan Drone Selam Tempur untuk Lawan Kapal Induk AS

Minggu, 04 November 2018 - 06:26 WIB
China Ingin Gunakan...
China Ingin Gunakan Drone Selam Tempur untuk Lawan Kapal Induk AS
A A A
BEIJING - Militer China sedang mempersiapkan diri untuk mengobarkan perang bawah laut melawan Amerika Serikat (AS). Salah satunya menggunakan serangan drone selam untuk melawan kapal induk Pentagon.

Gagasan itu muncul dalam laporan surat kabar militer China tertanggal 25 Oktober lalu.

"Operasi ofensif dan pertahanan bawah laut merupakan domain pertempuran utama untuk perebutan supremasi laut, dan merupakan sarana utama untuk memenangkan keunggulan dalam operasi maritim," bunyi laporan surat kabar Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China.

Laporan itu mengatakan China telah membayangkan masa depan kendaraan bawah laut tak berawak (drone selam) yang melakukan serangan otonom secara diam-diam dan mengandalkan jaringan sensor yang ditanam di seluruh dunia di dasar laut yang dapat dipicu oleh satelit.

Kemampuan perang bawah laut otonom, lanjut laporan itu, adalah bagian dari pasukan militer China yang telah mampu bertahan selama puluhan tahun. Kemampuan itu diklaim akan mengalahkan Amerika Serikat.

Laporan surat kabar PLA memberikan pandangan sekilas ke dalam pemikiran militer China untuk pencegahan dan peperangan bawah laut masa depan.

"Drone selam pintar beroperasi dan menyerang sendiri, dan senjata bawah laut berteknologi tinggi baru meletakkan serangan dengan robot bawah air, senjata 'hantu' cerdas, dan perangkat seperti ikan bionik untuk membentuk sistem operasi berbasis jaringan," bunyi laporan tersebut, yang dikutip South China Morning Post, Sabtu (3/11/2018).

Serangan bawah laut akan dilakukan menggunakan kapal selam robot bertenaga AI (artificial intelligence). "Yang beroperasi tanpa mengandalkan kontrol manusia untuk menilai target secara otomatis, dan mengatur serangan terkoordinasi dalam apa yang disebut laporan militer sebagai 'perang hantu bawah laut'," imbuh laporan tersebut.

Drone selam AI juga dapat digunakan untuk memaksakan blokade target yang diaktifkan sendiri berdasarkan kemampuan identifikasi target senjata otomatis.

Kendaraan selam itu akan menggunakan komunikasi kode yang tidak bisa dipecahkan dan transmisi data yang dikirim oleh komputer kuantum tingkat lanjut.

China memimpikan penggunaan "jaringan saraf" pada kompleks senjata-senjata untuk berpikir mandiri.

"Sistem senjata semacam itu mampu secara otomatis membagi dan mengumpulkan sekelompok aktor yang terkait dengan jaringan komunikasi cerdas bawah laut, dan juga mampu melakukan operasi bawah laut yang tak berawak, menentukan sendiri, terkoordinasi sendiri untuk memberikan serangan presisi dan menghancurkan lawan terutama kelompok tempur kapal induk atau formasi kapal permukaan lainnya," papar laporan tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Spesifikasi USS Ronald...
Spesifikasi USS Ronald Reagan, Kapal Induk Nuklir Amerika Serikat
Latihan Militer China...
Latihan Militer China di Dekat Taiwan Bidik Penonton Amerika Serikat
Foto-foto Bocor, Misteri...
Foto-foto Bocor, Misteri Kapal Induk Type 003 China Mulai Terkuak
Dari Kapal Induk hingga...
Dari Kapal Induk hingga Kapal Selam Nuklir, Segini Total Armada Tempur Amerika Serikat
Analis: Kapal Induk...
Analis: Kapal Induk Super Beijing Hampir Selesai, China Mungkin Dominasi Pasifik
China Membangun Target...
China Membangun Target Rudal yang Bentuknya Mirip Kapal Induk AS
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
7 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
8 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
9 jam yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
10 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
11 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
12 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved