Dua Muslim Akan Dilantik Jadi Anggota DPR Amerika Serikat

Kamis, 01 November 2018 - 14:35 WIB
Dua Muslim Akan Dilantik...
Dua Muslim Akan Dilantik Jadi Anggota DPR Amerika Serikat
A A A
WASHINGTON - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemilih Amerika Serikat (AS) akan memilih dua perempuan muslim untuk menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (AS).

Mereka adalah Ilhan Omar, perempuan keturunan Somalia, dan Rashida Tlaib, pekerja sosial yang orang tuanya berasal dari Palestina. Munculnya para calon anggota DPR dari kalangan warga muslim merupakan bentuk perlawanan dari gerakan antimuslim dan anti-imigran yang berkembang di AS.

Keduanya diprediksi akan menjadi perempuanmuslimyangakanterpilih di DPR AS. Selain mereka, anggota DPR Andre Carson, warga muslim keturunan Afrika juga diprediksi menang mewakili Negara Bagian Indiana.

Baik Ilhan maupun Rashida memosisikan diri mereka sebagai musuh Presiden Donald Trump dan Partai Republik. Mereka menentang kebijakan imigrasi yang ketat. Mereka juga mendukung sistem perlindungan kesehatan universal yang ditentang Partai Republik.

Mereka juga ingin menghapus Undang-Undang Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE). Kebijakan tersebut menyebabkan banyak migran dideportasi. Dalam pandangan Collin Christopher dari Masyarakat Islam Amerika Utara mengungkapkan, pemilu pertengahan kali ini menjadi alarm bagi Donald Trump.

”Kita melihat komunitas yang dulu absen dari percakapan publik, mereka tiba-tiba saling bertautan,” ujarnya. Dia mengungkapkan, dua perempuan-Ilhan dan Rashida- menjadi bagian kandidat yang menantang Partai Republik dengan mengandalkan gerakan yang berbeda dari ras, gender, dan seksualitas.

Mereka merefleksikan era Trump di mana hak perempuan dan ras diabadikan sehingga mereka bangkit bersama Demokrat. ”Mereka mengembangkan politik identitas,” ujar Christopher.

Ilhan Omar juga menggencarkan politik identitas. Dia mendukung pembebasan biaya pendidikan di kampus, menyediakan perumahan untuk semua, dan reformasi penegakan hukum. Perempuan berhijab asal Minnesota juga menjadikan identitas pribadinya dalam setiap kampanye.

Ilhan yang bermigrasi dari Somalia ke AS untuk menghindari perang terinspirasi masuk politik karena pada usia 8 tahun diajak kakeknya pergi ke tempat pemungutan suara. ”Saya jatuh cinta dengan politik dan itu yang akan saya menjalaninya,” ujarnya kepada majalah Elle pada September lalu.

Dia memutuskan untuk maju menjadi anggota DPR karena banyak orang yang mendukungnya. Pada 2016, perempuan 36 tahun itu menjadi anggota parlemen di negara bagiannya di mana penduduk keturunan Somalia sangatlah sedikit.

Pada pemilu pertengahan mendatang, dia diperkirakan dengan mudah mengalahkan pesaing dari Partai Republik. Dia akan menggantikan Keith Ellison, lelaki muslim pertama di DPR AS pada 2006, yang mundur karena ingin maju sebagai jaksa wilayah.

Selama ini, Ilham juga berjuang untuk memakzulkan Trump. Namun, dia mengatakan jika Trump dimakzulkan, maka akan mengangkat Wakil Presiden Mike Pence yang memiliki pandangan konservatif. ”Ya untuk pemakzulan, tetapi banyak kekhawatiran setelahnya,” ujarnya.

Sementara Rashida yang lahir dan besar di Detroit merupakan perempuan muslim pertama yang menjadi anggota parlemen di negara bagian Michigan. Perempuan berusia 42 tahun itu memosisikan dirinya sebagai representasi kelas pekerja dan anti-Trump.

”Begitu banyak kebencian yang terdengar di sana, itu bukan kita,” ucap Rashida. Dia diperkirakan akan dengan mudah mengalahkan anggota DPR John Conyers yang mundur akibat tuduhan pelecehan seksual. Rashida merupakan putri imigran Palestina yang lahir di Detroit pada 1976.

Ayahnya bekerja di perusahaan mobil Ford. Dia belajar politik di Universitas Negeri Wayne dan kemudian belajar hukum dan lulus pada 2004. Dia menjadi contoh sukses putri imigran Palestina yang masuk ke dunia politik.

”Ini adalah kekisruhan yang membahagiakan,” kata Rashida dilansir The Detroit News. ”Ketika bertemu para pemilih dan berbicara mereka, semuanya menginspirasi saya,” ujarnya. Dia menceritakan tentang senangnya berinteraksi dengan para pemilih di tempat pemungutan suara.

”Saya merasa mendapatkan dukungan,” imbuhnya. Rashida Tlaib sebelumnya merupakan anggota DPR Michigan. Dia pertama memenangkan pemilu negara bagian pada 2008.
(don)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
47 menit yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
1 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
2 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
3 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved