AS Tawarkan Danai Pasukan Penjaga Perdamaian di Gaza
Sabtu, 30 Maret 2024 - 00:01 WIB
loading...
Demonstran menyerukan gencatan senjata di Gaza, dalam unjuk rasa di luar Radio City Music Hall di Manhattan, saat acara penggalangan dana untuk Presiden AS Joe Biden, yang dihadiri mantan Presiden AS Barack Obama dan Bill Clinton, di New York City, AS, 28
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menawarkan pendanaan kepada mitranya di Timur Tengah untuk pasukan penjaga perdamaian di Gaza.
Pasukan itu akan mengawasi daerah kantong Palestina setelah permusuhan dengan Israel berakhir, menurut laporan Politico pada Kamis (28/3/2024).
Gaza telah hancur setelah lima bulan dibombardir dan dikepung Israel, dan menurut kelompok bantuan, Gaza berada di ambang kelaparan.
Israel berupaya melenyapkan kelompok bersenjata Palestina Hamas, yang melancarkan serangan dari daerah kantong tersebut ke Israel selatan pada bulan Oktober, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera banyak orang.
Rezim kolonial Israel telah membunuh lebih dari 32.600 orang di Gaza sejak itu, menurut pejabat kesehatan Palestina.
Meskipun masih belum jelas kapan pertempuran di Gaza akan berakhir, AS telah melibatkan mitra regionalnya untuk mendiskusikan bagaimana situasi yang akan terjadi “sehari setelah” perang.
Pasukan itu akan mengawasi daerah kantong Palestina setelah permusuhan dengan Israel berakhir, menurut laporan Politico pada Kamis (28/3/2024).
Gaza telah hancur setelah lima bulan dibombardir dan dikepung Israel, dan menurut kelompok bantuan, Gaza berada di ambang kelaparan.
Israel berupaya melenyapkan kelompok bersenjata Palestina Hamas, yang melancarkan serangan dari daerah kantong tersebut ke Israel selatan pada bulan Oktober, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera banyak orang.
Rezim kolonial Israel telah membunuh lebih dari 32.600 orang di Gaza sejak itu, menurut pejabat kesehatan Palestina.
Meskipun masih belum jelas kapan pertempuran di Gaza akan berakhir, AS telah melibatkan mitra regionalnya untuk mendiskusikan bagaimana situasi yang akan terjadi “sehari setelah” perang.
Lihat Juga :