Ramadan di Gaza: Makanan Langka namun Kesedihan Berlimpah

Selasa, 26 Maret 2024 - 18:01 WIB
loading...
Ramadan di Gaza: Makanan...
Warga Palestina menyiapkan makanan selama bulan suci Ramadan di Rafah pada 13 Maret 2024. Foto/REUTERS
A A A
JALUR GAZA - Bagi 2,2 juta Muslim di Gaza, Ramadan secara historis merupakan waktu pertemuan sosial yang menggembirakan, refleksi spiritual, pembaruan iman, dan reuni keluarga yang disayangi.

Namun, selama satu dekade terakhir, perang Israel yang berulang di Jalur Gaza telah membayangi tradisi yang dulunya pernah hidup ini.

Serangan genosida oleh Israel yang sedang berlangsung, yang telah merenggut lebih dari 32.000 nyawa warga Palestina dan menghancurkan Gaza, menjadikan bulan ini sebagai bulan yang paling menghancurkan.

Bahkan ketika bertemu dengan orang yang lewat di jalan, seseorang tidak dapat dengan sopan mengucapkan “Ramadan Kareem” kepada mereka.

Ucapan selamat seperti itu terasa tidak pantas dan hampir memalukan, karena semua perayaan Ramadan yang penuh kegembiraan telah digantikan oleh duka yang tenang, hanya diselingi gema perang, kesedihan dan kesulitan.

“Tahun lalu, saya sangat senang bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang layak untuk pertama kalinya dalam karir saya. Dipenuhi dengan perasaan berkelimpahan, saya mengejutkan 22 keponakan saya dengan lentera warna-warni, atau ‘fanoos’, untuk menyambut bulan suci ini,” ungkap Ghada Alhaddad, jurnalis yang tinggal di Gaza.

Dia menjelaskan, “Kebahagiaan mereka menular, dan saya bersumpah untuk menjadikan hadiah ini sebagai ritual tahunan. Saya tidak tahu bahwa keadaan di luar kendali saya akan menghancurkan janji kebahagiaan ini secara brutal.”

Saat ini, realitas kehidupan di Gaza telah berubah drastis. “Banyak keponakan saya yang tinggal di tenda-tenda, menghadapi kelaparan dan terpaksa mengungsi akibat kerusakan akibat perang. Yang lainnya telah meninggalkan Gaza sepenuhnya, mencari perlindungan di tempat lain,” ujar dia.

Semua Jadi Puing


Dalam kondisi “normal” atau senormal mungkin selama blokade, minggu-minggu menjelang Ramadan biasa dipenuhi dengan persiapan.

Jalan-jalan di Gaza akan menjadi hidup ketika rumah tangga dan bisnis menghiasi balkon dan etalase toko mereka dengan lentera untuk menyambut bulan suci.

“Saya ingat kakak ipar saya membantu saya mendekorasi balkon rumah kami dengan lentera kecil ini,” ungkap dia.

Tradisi yang dijunjung tinggi ini, dipimpin ibu-ibu muda dan pemuda yang antusias, menciptakan suasana yang dinamis di seluruh lingkungan.

“Pemandangan jalanan Gaza yang terang benderang, yang ditenagai generator, panel surya, atau bahkan listrik yang tersebar secara sporadis, akan memenuhi hati saya dengan kegembiraan,” papar dia.

Namun tahun ini, Ramadhan adalah bulan yang menyedihkan. Jalan-jalan malam hari yang semarak di Gaza kini menjadi sunyi senyap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Sampaikan Belasungkawa,...
Sampaikan Belasungkawa, Menlu RI Tekankan Peran Sheikh Hamad bagi Persahabatan Indonesia-Qatar
Konflik AS-Iran Memanas,...
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Nyaris 12 Persen dalam Sepekan
Rekomendasi
Pengamat: Kapolri Tak...
Pengamat: Kapolri Tak Kriminalisasi Febrie, Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP
Siapkan Relawan Tangguh...
Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 3.500 Meter
Berita Terkini
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved