alexametrics

Sesalkan Kematian Khashoggi, Trump Puji Langkah Saudi

loading...
Sesalkan Kematian Khashoggi, Trump Puji Langkah Saudi
Para demonstran bertopeng wajah Presiden Donald Trump dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman berdemo mengecam pembunuhan wartawan pengkritik Riyadh, Jamal Khashoggi. Foto/REUTERS/Kevin Lamarque
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump menyesalkan kematian Jamal Khashoggi, wartawan Arab Saudi pengkritik kerajaan. Namun, pemimpin Gedung Putih itu memuji langkah Riyadh termasuk dalam penyelidikan dan penangkapan 18 orang terkait kematian wartawan tersebut.

Trump mengatakan kematian Khashoggi tidak dapat diterima. Trump menolak desakan senator agar membatalkan penjualan senjata Washington ke Riyadh yang nilainya miliaran dolar AS. Pemimpin Amerika itu memuji Saudi sebagai sekutu penting untuk melawan Iran.

"Ini adalah langkah pertama yang baik. Ini adalah langkah besar," puji Trump terkait langkah penyelidikan Riyadh.

Dia mengakui akan ada beberapa pertanyaan yang akan muncul dan dia akan berurusan dengan Kongres tentang bagaimana untuk mengatasi masalah kasus kematian Khashoggi.

"Saya lebih suka jika akan ada beberapa bentuk sanksi, atau apa yang dapat kami tentukan untuk dilakukan jika ada," kata Presiden Trump.

"Tapi saya lebih suka bahwa kami tidak menggunakan retribusi, membatalkan pekerjaan senilai 110 miliar dolar, yang berarti 600.000 pekerjaan," ujarnya.

"Mereka (Riyadh) telah menjadi sekutu besar di Timur Tengah. Kami membutuhkan mereka sebagai keseimbangan balik terhadap Iran. Jadi ini bukan solusi yang paling sederhana. Ini bukan situasi yang paling sederhana," ujarnya.

Pemimpin Amerika ini mengaku akan menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman untuk meminta rincian lebih lanjut terkait penyelidikan kasus kematian Khashoggi. Riyadh, kata dia, sudah menjanjikan akan memberikan laporan lengkap tentang apa yang terjadi pada wartawan tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Saudi mengumumkan bahwa Jamal Khashoggi tewas setelah berkelahi dengan sejumlah orang yang ditemuinya di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

"Penyelidikan masih berlangsung dan 18 warga Saudi telah ditangkap," bunyi pernyataan kejaksaan Saudi, yang dilansir Reuters.

Dalam pengumuman tersebut, penasihat istana Kerajaan Saudi; Saud al-Qahtani dan Wakil Kepala Intelijen Ahmed Asiri telah dipecat dari jabatannya.

Pengumuman ini mengejutkan karena dari awal Riyadh membantah jurnalis The Washington Post itu dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Menteri Dalam Negeri Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Nayef bin Abdulaziz membantah bahwa pemerintah memerintahkan pembunuhan terhadap Khashoggi.

"Yang Mulia menegaskan bahwa apa yang telah beredar dengan adanya perintah untuk membunuhnya adalah kebohongan dan tuduhan tak berdasar terhadap pemerintah Kerajaan, yang menjunjung tinggi norma dan tradisinya dan sesuai dengan hukum internasional," tulis kantor berita negara Saudi, SPA, pada Sabtu pekan lalu (13/10/2018).

Gedung Putih dalam sebuah pernyataan merespons pengumuman Arab Saudi. Berikut pernyataan tertulis Gedung Putih yang dikutip dari akun Twitter juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders, @PressSec, Sabtu (20/10/2018);



Ketika dihadapkan dengan ancaman retribusi potensial oleh AS dan kekuatan dunia lainnya di tengah kemarahan meluas atas keterlibatan yang dituduhkan dalam kematian Khashoggi, Riyadh akhirnya mengakui bahwa wartawan kehilangan nyawanya dalam "pertarungan tinju" di dalam konsulat. Di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung, pihak berwenang Saudi juga mengumumkan penahanan 18 tersangka dalam kasus ini. Selanjutnya, Raja Salman memecat petinggi mata-mata dan mengeluarkan perintah untuk merombak Badan Intelijen Umum, sebuah tugas yang dia tugaskan kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman
.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak