Pernyataan Jenderal Seputar 'Kemampuan Tempur Palsu' Soroti Masalah Mendalam di Militer China

Sabtu, 23 Maret 2024 - 14:54 WIB
loading...
A A A
"Senjata dan perlengkapannya harus memenuhi standar teknis. Pemalsuan pasti akan berdampak pada fungsinya," kata Fu.

“Kemampuan Tempur Palsu”


Istilah “kemampuan tempur palsu” juga bisa merujuk pada latihan “palsu” yang tidak mencapai standar yang disyaratkan, seperti “latihan malam” yang dilakukan sekitar matahari terbenam, yang sering dibicarakan media militer; PLA Daily, dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Beberapa Petinggi Partai Komunis China Hilang, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Apa pun alasan di balik komentar Jenderal He, hal ini harus menjadi pesan meyakinkan bagi negara-negara pesisir di Laut China Selatan, di mana China sedang mencoba untuk menegaskan hegemoninya; khususnya Taiwan yang diancam dianeksasi secara paksa oleh China, dan juga India di mana tentara China mengerahkan kekuatannya di perbatasan. Kalau dipikir-pikir, tidak ada satu pun dari negara-negara ini yang perlu dibuat kagum oleh kekuatan tentara China.

Jika Presiden Xi, seperti dilansir SCMP, meragukan kesiapan tempur tentara China dalam beberapa dekade terakhir, kekhawatirannya beralasan. Selain pada 1962, ketika tentara China menikam India dari belakang dengan kedok Perjanjian Panchsheel antara kedua negara, PLA tidak menunjukkan keberhasilan militer apa pun.

Setiap kali tentara China menghadapi tentara India yang telah mempersiapkan diri dengan baik, mereka selalu direndahkan. Pada 1967, tentara China mengalami kekalahan dalam pertempuran Nathu La dan Cho La. Di Galwan pada 2020, tentara China mengalami kerugian besar; meski mereka berhasil mendapatkan beberapa wilayah yang disengketakan dengan secara terang-terangan melanggar serangkaian protokol bilateral antara kedua negara dan memanfaatkan kondisi yang meresahkan selama pandemi Covid-19.

Di Yangtse di sektor Tawang di Arunachal Pradesh, pasukan China dipukul mundur oleh pasukan India yang dipersenjatai data intelijen. Dalam perang singkat China-Vietnam di tahun 1979, tentara China mengalami kekalahan. Bahkan dalam Perang Korea tahun 1950-an, tentara China tidak dapat mencapai banyak hal tanpa bantuan tentara Uni Soviet.

Terjadi setelah pemecatan Menteri Pertahanan China Jenderal Li Shangfu pada 2023 dan pemecatan sembilan jenderal senior lainnya—banyak dari anggota Pasukan Roket yang mengoperasikan kekuatan rudal—pernyataan Jenderal He tentang “kemampuan tempur palsu” mengasumsikan signifikansi tambahan dan menunjukkan masalah yang lebih mendalam di tentara China.

Sebelumnya, pada dekade 2010-an, upaya pemberantasan korupsi yang diluncurkan Presiden Xi telah menargetkan militer dengan puluhan jenderal penting dipecat atau diselidiki.

Pada Desember 2023, pemerintah China juga mencopot tiga eksekutif senior sektor kedirgantaraan dan pertahanan milik negara dari badan penasihat politik utama; Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
5 Kemenangan Terbesar...
5 Kemenangan Terbesar Spanyol di Piala Dunia: Arab Saudi Ikut Jadi Korban
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik 
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved