Rusia Hancurkan 6 HIMARS dan 5 Peluncur Rudal Patriot di Ukraina dalam 3 Bulan
Kamis, 21 Maret 2024 - 09:58 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Miron, tank-tank Barat seperti Abrams baru saja mencapai garis depan pertempuran, namun operasi mereka tertahan oleh gempuran Rusia.
Dia mengatakan dengan terbatasnya kemampuan Ukraina untuk menyamarkan peralatan utamanya, dan fakta bahwa tank-tank berat Barat tidak cocok untuk medan berlumpur di seluruh Ukraina, Moskow lebih berhasil dalam menghancurkan peralatan Kyiv.
Shoigu, dalam pernyataannya, menambahkan bahwa Ukraina telah menderita sekitar 71.000 korban jiwa sejak Januari 2024.
Angka ini sangat mirip dengan jumlah korban di pihak Rusia yang dikemukakan oleh militer Ukraina. Berdasarkan penghitungan di Kyiv, korban di pihak Rusia sepanjang tahun ini berjumlah sekitar 72.000 jiwa.
Jumlah korban luka dan korban jiwa di zona konflik sangat tidak jelas, dan para analis menyarankan agar berhati-hati dengan angka-angka yang diterbitkan oleh negara-negara yang sedang berperang.
Para pakar memperkirakan kedua belah pihak kemungkinan membesar-besarkan kerugian yang dilaporkan pihak lain, dan baik Moskow maupun Kyiv tidak biasa memberikan indikasi mengenai kerusakan yang ditimbulkan pada militer mereka sendiri.
Rusia kemungkinan telah menderita lebih dari 335.000 korban jiwa sejak Februari 2022, kata Kementerian Pertahanan Inggris awal bulan ini.
Dia mengatakan dengan terbatasnya kemampuan Ukraina untuk menyamarkan peralatan utamanya, dan fakta bahwa tank-tank berat Barat tidak cocok untuk medan berlumpur di seluruh Ukraina, Moskow lebih berhasil dalam menghancurkan peralatan Kyiv.
Shoigu, dalam pernyataannya, menambahkan bahwa Ukraina telah menderita sekitar 71.000 korban jiwa sejak Januari 2024.
Angka ini sangat mirip dengan jumlah korban di pihak Rusia yang dikemukakan oleh militer Ukraina. Berdasarkan penghitungan di Kyiv, korban di pihak Rusia sepanjang tahun ini berjumlah sekitar 72.000 jiwa.
Jumlah korban luka dan korban jiwa di zona konflik sangat tidak jelas, dan para analis menyarankan agar berhati-hati dengan angka-angka yang diterbitkan oleh negara-negara yang sedang berperang.
Para pakar memperkirakan kedua belah pihak kemungkinan membesar-besarkan kerugian yang dilaporkan pihak lain, dan baik Moskow maupun Kyiv tidak biasa memberikan indikasi mengenai kerusakan yang ditimbulkan pada militer mereka sendiri.
Rusia kemungkinan telah menderita lebih dari 335.000 korban jiwa sejak Februari 2022, kata Kementerian Pertahanan Inggris awal bulan ini.
(mas)
Lihat Juga :