Makin Sedikit Perempuan Hamil, Mayoritas RS di China Tutup Layanan Persalinan Bayi
Selasa, 19 Maret 2024 - 15:39 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Mengapa Negara-negara di Asia Timur Mengalami Krisis Bayi?
Populasi China turun selama dua tahun berturut-turut pada tahun 2023 karena angka kelahiran yang rendah dan tingginya angka kematian akibat COVID-19 mempercepat penurunan yang dikhawatirkan oleh para pejabat akan berdampak besar pada potensi pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
Data terbaru yang tersedia dari Komisi Kesehatan Nasional China menunjukkan jumlah rumah sakit bersalin turun menjadi 793 pada tahun 2021 dari 807 pada tahun 2020.
Media lokal termasuk Daily Economic News mengatakan anjloknya jumlah bayi baru lahir membuat banyak rumah sakit tidak mungkin tetap mengoperasikan departemen kebidanan mereka.
“'Musim dingin kebidanan' tampaknya akan datang dengan tenang,” lapor surat kabar tersebut pada hari Jumat.
Banyak perempuan di China memilih untuk tetap tidak memiliki anak karena tingginya biaya perawatan anak, keengganan untuk menikah atau menunda karir mereka dalam masyarakat tradisional dimana mereka masih dipandang sebagai pengasuh utama dan diskriminasi gender masih marak.
Populasi China turun selama dua tahun berturut-turut pada tahun 2023 karena angka kelahiran yang rendah dan tingginya angka kematian akibat COVID-19 mempercepat penurunan yang dikhawatirkan oleh para pejabat akan berdampak besar pada potensi pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
Data terbaru yang tersedia dari Komisi Kesehatan Nasional China menunjukkan jumlah rumah sakit bersalin turun menjadi 793 pada tahun 2021 dari 807 pada tahun 2020.
Media lokal termasuk Daily Economic News mengatakan anjloknya jumlah bayi baru lahir membuat banyak rumah sakit tidak mungkin tetap mengoperasikan departemen kebidanan mereka.
“'Musim dingin kebidanan' tampaknya akan datang dengan tenang,” lapor surat kabar tersebut pada hari Jumat.
Banyak perempuan di China memilih untuk tetap tidak memiliki anak karena tingginya biaya perawatan anak, keengganan untuk menikah atau menunda karir mereka dalam masyarakat tradisional dimana mereka masih dipandang sebagai pengasuh utama dan diskriminasi gender masih marak.
Lihat Juga :