6 Dilema Intervensi Asing di Haiti

Minggu, 17 Maret 2024 - 20:20 WIB
loading...
A A A
Meskipun ada keraguan mengenai Duvalier, AS menawarinya bantuan: Duta Besar AS Robert Newbegin, misalnya, tiba di Port-au-Prince dan siap memberi pemerintahan Duvalier sekitar $12,5 juta pada tahun 1960 saja.

Sebuah perkiraan menyebutkan total dukungan AS yang diberikan kepada Haiti di bawah pemerintahan Duvalier dan putranya, Jean-Claude “Baby Doc” Duvalier, sebesar $900 juta. Sementara itu, keluarga Duvalier menghadapi tuduhan pembunuhan, penyiksaan dan pelanggaran lainnya.

AS juga mengirimkan pasukan untuk melakukan intervensi langsung di Haiti. Pada tahun 1994, misalnya, Presiden AS Bill Clinton mengirimkan kontingen sekitar 20.000 tentara untuk mengembalikan Presiden Haiti Jean-Bertrand Aristide ke tampuk kekuasaan setelah ia digulingkan oleh militer negara tersebut pada tahun 1991.

Pengerahan tersebut dilakukan bersamaan dengan misi PBB yang berlangsung dari tahun 1993 hingga 2000, juga dengan dukungan dari AS.

Pada tahun 2004, Aristide digulingkan sekali lagi, namun kali ini, AS mendorongnya untuk mundur, menerbangkannya ke luar negeri dan mengirim pasukan ke pulau tersebut bersama negara-negara seperti Prancis dan Chile.

Pasukan tersebut kemudian digantikan oleh Misi Stabilisasi PBB di Haiti yang dikenal dengan MINUSTAH, yang berlangsung dari tahun 2004 hingga 2017 dan dipimpin oleh militer Brasil.

Meskipun MINUSTAH ditugaskan untuk meningkatkan keamanan, mereka segera menghadapi tuduhan melakukan pemerkosaan dan kekejaman lainnya terhadap warga sipil. Wabah kolera besar-besaran yang menewaskan lebih dari 9.300 orang juga disebabkan oleh kebocoran limbah dari fasilitas PBB.

5. Masa Depan Haiti Dipertaruhkan

6 Dilema Intervensi Asing di Haiti

Foto/Reuters

Mengingat sejarah intervensi Haiti yang buruk, AS telah menyatakan kekhawatirannya dalam memimpin misi internasional baru ke Haiti. Banyak yang menyerukan solusi yang dipimpin oleh Haiti, bukan dipimpin asing.

“Kita perlu memberikan waktu dan ruang kepada Haiti untuk melakukan hal ini dengan benar,” kata mantan utusan khusus AS untuk Haiti, Daniel Foote, dalam wawancara baru-baru ini dengan NPR.

“Mari kita biarkan rakyat Haiti mempunyai kesempatan untuk mengacaukan Haiti sekali saja. Komunitas internasional telah berkali-kali mengacaukannya hingga tidak dapat dikenali lagi. Saya jamin orang Haiti lebih sedikit melakukan kesalahan dibandingkan orang Amerika,” tambahnya.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siapa Tulip Siddiq?...
Siapa Tulip Siddiq? Politikus Inggris yang Selamat dari Kudeta Berdarah di Bangladesh
Karma Assad di Suriah:...
Karma Assad di Suriah: Kekuasaan Diraih via Kudeta Partai Ba'ath, Kini Digulingkan Pemberontak
Penerbangan Spirit Airlines...
Penerbangan Spirit Airlines Ditembaki saat Coba Mendarat di Haiti, Pramugari Terkena Peluru
Imigran Haiti Dituding...
Imigran Haiti Dituding Makan Kucing, Politisi Republik Tawarkan Hadiah Rp77 Juta
5 Fakta Menarik Militer...
5 Fakta Menarik Militer Suriah di Negara yang Penuh dengan Konflik dan Kudeta
Anggota Kartel dan Geng...
Anggota Kartel dan Geng Kriminal Akan Direkrut Jadi Tentara Haiti
Badan Intelijen Rusia...
Badan Intelijen Rusia Tuding AS Persiapkan Revolusi Warna di Georgia
AS Larang Personel Diplomatik...
AS Larang Personel Diplomatik di China Berhubungan Asmara dengan Warga Lokal
Dimakzulkan sebagai...
Dimakzulkan sebagai Presiden Korsel, Begini Komentar Yoon Suk Yeol
Rekomendasi
Pangeran William Sewa...
Pangeran William Sewa Pengacara Perceraian, Rumah Tangga dengan Kate Middleton Retak?
Raja Charles III Diminta...
Raja Charles III Diminta Turun Takhta dan Menyerahkan Mahkota ke Pangeran William
10 Kapolda Belum Genap...
10 Kapolda Belum Genap Sebulan Duduki Jabatannya, 2 di Antaranya Irjen Polisi Berpengalaman
Berita Terkini
Lawan Trump, Kanada...
Lawan Trump, Kanada Sumpah akan Memimpin Dunia
34 menit yang lalu
Abu Ubaidah: Tawanan...
Abu Ubaidah: Tawanan dalam Bahaya jika Israel Menolak Negosiasi
1 jam yang lalu
10 Negara Sahabat Amerika...
10 Negara Sahabat Amerika Serikat, Mayoritas Anggota NATO
3 jam yang lalu
Siapa Abdullah Al Sabah?...
Siapa Abdullah Al Sabah? PM Kuwait yang Sempat Dituduh Masuk Kristen
4 jam yang lalu
4 Alasan Uni Eropa Masih...
4 Alasan Uni Eropa Masih Butuh NATO, Salah Satunya Rusia Jadi Ancaman
5 jam yang lalu
Siapa Walid Ahmad? Remaja...
Siapa Walid Ahmad? Remaja Palestina yang Tewas di Penjara Israel Dikenal Pencetak Gol Terbanyak di Timnya
6 jam yang lalu
Infografis
10 Makanan Khas Lebaran...
10 Makanan Khas Lebaran di Indonesia selain Opor dan Ketupat
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved