Netanyahu Tuding Menteri Pertahanan Israel Ganggu Stabilitas Pemerintah
Sabtu, 16 Maret 2024 - 06:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Meskipun Dihadang Israel, 80.000 Jemaah Palestina Tetap Salat Jumat di Masjid Al-Aqsa
Perbedaan pendapat ini terjadi setelah Kepala Rabi Yahudi Sephardic, Yitzhak Yosef, menimbulkan keributan awal pekan ini ketika dia mengatakan dalam khotbah keagamaan bahwa jika layanan wajib diberlakukan pada orang Yahudi Haredi, mereka akan meninggalkan Israel.
“Semua kelompok sekuler ini harus memahami bahwa tanpa Taurat dan sekolah agama, tentara tidak akan berhasil,” tegas dia.
Perbedaan pendapat ini juga terjadi pada saat yang kritis bagi perdana menteri Israel yang telah menghadapi kritik luas baik di dalam maupun luar negeri sebagai akibat dari perang genosida yang dilakukannya terhadap warga Palestina di Gaza.
Israel telah membunuh lebih dari 31.000 orang Palestina, melukai 73.000 warga dan 7.000 orang masih hilang atau tewas di bawah reruntuhan rumah mereka di Gaza.
Perbedaan pendapat ini terjadi setelah Kepala Rabi Yahudi Sephardic, Yitzhak Yosef, menimbulkan keributan awal pekan ini ketika dia mengatakan dalam khotbah keagamaan bahwa jika layanan wajib diberlakukan pada orang Yahudi Haredi, mereka akan meninggalkan Israel.
“Semua kelompok sekuler ini harus memahami bahwa tanpa Taurat dan sekolah agama, tentara tidak akan berhasil,” tegas dia.
Perbedaan pendapat ini juga terjadi pada saat yang kritis bagi perdana menteri Israel yang telah menghadapi kritik luas baik di dalam maupun luar negeri sebagai akibat dari perang genosida yang dilakukannya terhadap warga Palestina di Gaza.
Israel telah membunuh lebih dari 31.000 orang Palestina, melukai 73.000 warga dan 7.000 orang masih hilang atau tewas di bawah reruntuhan rumah mereka di Gaza.
(sya)
Lihat Juga :