Netanyahu Tuding Menteri Pertahanan Israel Ganggu Stabilitas Pemerintah

Sabtu, 16 Maret 2024 - 06:09 WIB
loading...
Netanyahu Tuding Menteri...
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant saat konferensi pers di pangkalan militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 28 Oktober 2023. Foto/ABIR SULTAN/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Netanyahu menuduh Menteri Pertahanan (Menhan) Yoav Gallant membahayakan stabilitas pemerintah karena dia tidak mengajukan rancangan undang-undang baru ke Knesset yang mengecualikan Yahudi ultra-Ortodoks dari dinas militer.

Israel Broadcasting Corporation melaporkan hal itu pada 14 Maret 2024.

“Jika Anda tidak memberikan keputusan kepada pemerintah pada hari Minggu mengenai pemungutan suara di Knesset mengenai rancangan undang-undang dinas militer, Anda membahayakan stabilitasnya,” ujar Netanyahu kepada Gallant.

Gallant telah meminta “beberapa hari lagi untuk mencapai kesepahaman” dengan menteri kabinet perang dan Pemimpin Partai Persatuan Nasional Benny Gantz yang menentang RUU tersebut.

Pekan lalu, Gallant mengumumkan dia tidak akan mengajukan rancangan undang-undang baru, yang mengecualikan orang-orang Yahudi ultra-Ortodoks dari dinas militer, ke pemungutan suara di Knesset selama tidak ada konsensus di pemerintahan dan kabinet perang mengenai hal tersebut.

Gantz menentang rancangan undang-undang tersebut dan menuntut semua lapisan masyarakat Israel berpartisipasi dalam wajib militer.

Namun, Netanyahu telah sepakat dengan partai-partai keagamaan yang tergabung dalam koalisi pemerintahannya bahwa dia akan menyetujui RUU tersebut.

Baca juga: Meskipun Dihadang Israel, 80.000 Jemaah Palestina Tetap Salat Jumat di Masjid Al-Aqsa

Perbedaan pendapat ini terjadi setelah Kepala Rabi Yahudi Sephardic, Yitzhak Yosef, menimbulkan keributan awal pekan ini ketika dia mengatakan dalam khotbah keagamaan bahwa jika layanan wajib diberlakukan pada orang Yahudi Haredi, mereka akan meninggalkan Israel.

“Semua kelompok sekuler ini harus memahami bahwa tanpa Taurat dan sekolah agama, tentara tidak akan berhasil,” tegas dia.

Perbedaan pendapat ini juga terjadi pada saat yang kritis bagi perdana menteri Israel yang telah menghadapi kritik luas baik di dalam maupun luar negeri sebagai akibat dari perang genosida yang dilakukannya terhadap warga Palestina di Gaza.

Israel telah membunuh lebih dari 31.000 orang Palestina, melukai 73.000 warga dan 7.000 orang masih hilang atau tewas di bawah reruntuhan rumah mereka di Gaza.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
50 Senator AS Dukung...
50 Senator AS Dukung Resolusi Anti-Perang Iran, Trump Kehilangan Dukungan
Rekomendasi
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Berita Terkini
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved