Membedah Teori Lenyapnya MH370, dari Sabotase Pilot hingga Ditembak Jatuh AS

Selasa, 12 Maret 2024 - 13:44 WIB
loading...
A A A
"Melihat drone terbang dalam sistem otomatis akan membantu Anda memahami bahwa pesawat dapat terbang sebagai objek jarak jauh," katanya.

Dia pertama kali mengemukakan teori ini pada tahun 2014 dengan maksud untuk memulai penyelidikan forensik siber secara penuh, namun kurangnya upaya tersebut berarti "lalai".

"Ketika MH370 menghilang, konsep pembajakan siber sungguh sulit dipercaya," katanya.

"Kami sekarang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kerentanan sistem yang terkendali," ujarnya.

Dr Leivesley juga mengatakan tidak ada informasi yang membuatnya berasumsi bahwa pilot tersebut memiliki "kondisi psikologis apa pun yang menjadikan tindakan ini sebagai bunuh diri agresif".

5. Teori MH370 Ditembak Jatuh AS


Menurut teori lain, Amerika Serikat (AS) khawatir MH370 telah dibajak dan akan digunakan untuk menyerang pangkalan militer AS di Diego Garcia di Samudra Hindia.

Saat itu, AS—di bawah pemerintahan Barack Obama-–sedang menarik pasukan dari Afghanistan.

Jadi pemerintah AS dicurigai yang menembak jatuh pesawat tersebut, meskipun hal ini tidak menjelaskan penyimpangan aneh pada jalur penerbangan pesawat tersebut.

Dai Whittingham, mantan pilot Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) dan CEO UK Flight Safety Committee, mengatakan teori seperti itu "tidak memiliki kredibilitas sama sekali".

“Agar AS dapat menembak jatuh pesawat tersebut, mereka harus mempunyai alasan dan cara untuk melakukannya,” katanya kepada MailOnline.

"Tetapi tidak ada pesawat tempur yang berbasis di Diego Garcia selama operasi di Afghanistan, yang ada hanya pesawat pengebom jarak jauh yang ditarik dari lokasi pertempuran pada tahun 2006."

Teori serupa dikemukakan oleh jurnalis Prancis; Florence de Changy, yang mengatakan MH370 dijatuhkan oleh Angkatan Udara AS setelah upaya gagal mencegat pesawat dan menyita kiriman "peralatan elektronik" dalam perjalanan ke Beijing.

AS, tulisnya, tidak ingin China—di bawah kepemimpinan baru Xi Jinping pada saat itu—memiliki peralatan tersebut.

Jadi, kata de Changy, dua pesawat Peringatan Dini Lintas Udara (AWACS) AS mengapit MH370 dari atas dan bawah, sepenuhnya memblokir medan magnet dan semua komunikasi, menjadikannya tidak terlihat.

Menurut teori ini, pilot Zaharie Ahmad Shah akan diperintahkan oleh AS untuk mendaratkan pesawatnya di pangkalan udara terdekat, kemungkinan besar pangkalan udara U-Tapao di Thailand.

Whittingham menyebut teori ini "menggelikan".

Sementara itu, para pakar lainnya masih belum cukup yakin untuk membentuk teori yang solid atau memilih untuk tidak terlibat dalam spekulasi.

Mark Lowenberg, profesor dinamika penerbangan di Universitas Bristol, berharap masih banyak bukti yang bisa terungkap.

“Saya juga sangat tertarik untuk mengetahui apa yang terjadi pada penerbangan MH370 dan berharap rincian faktual akan terungkap sehingga para penyelidik akhirnya dapat menyetujui penyebab dan rangkaian kejadian yang paling mungkin terjadi,” katanya kepada MailOnline.

Dr Gratton dari Cranfield University menambahkan: "Saya minta maaf, saya pikir ini akan tetap menjadi misteri dan kita hanya bisa menduga-duga."

“Ini bukan posisi yang baik," imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Dana Pensiun ASN Malaysia...
Dana Pensiun ASN Malaysia Rp717 Miliar Lenyap dalam Skandal eFishery, KPK Negeri Jiran Turun Tangan
5 Strategi Jitu Tingkatkan...
5 Strategi Jitu Tingkatkan Popularitas, PM Anwar Ibrahim Gunakan Kembaran ala PMX.AI
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Genting Highlands Segera...
Genting Highlands Segera Punya Hotel Extended Stay Terbesar, Buka Mulai 2028
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
Aplikasi Baru Lindungi...
Aplikasi Baru Lindungi PMI, Siapkan Tombol Darurat hingga E-Wallet
Apresiasi Kejagung Tegas...
Apresiasi Kejagung Tegas Panggil Eks Jampidsus, Sahroni: Bukti Kejaksaan Tidak Main-main!
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved