Dahsyatnya Misil Hipersonik Rusia Hancurkan 2 Peluncur Rudal Patriot AS di Ukraina

Minggu, 10 Maret 2024 - 10:52 WIB
loading...
A A A
Baterai ruda; Patriot Ukraina pada bulan lalu telah menembak jatuh selusin pesawat pengebom tempur Angkatan Udara Rusia, menumpulkan keunggulan udara Rusia saat perang yang lebih luas memasuki tahun ketiga.

Memang benar, mungkin saja peluncur dan awak yang diserang misil Iskander tersebut, 20 mil dari garis depan, adalah peluncur dan awak yang sama yang menembak jatuh banyak jet Rusia tersebut. Udara di bagian timur Ukraina mungkin menjadi jauh lebih aman bagi Rusia.

Korps pertahanan udara Ukraina jelas sedang terguncang. Pasukan pertahanan udara, yang berada di bawah kendali Angkatan Udara, hanya memiliki tiga baterai Patriot—kemungkinan besar dilengkapi radar dan antara empat hingga delapan peluncur—ditambah empat peluncur cadangan. Dua baterai dan dua peluncur cadangan berasal dari Jerman; Amerika Serikat menyumbangkan satu baterai; Belanda menyumbangkan dua peluncur.

Artinya, Ukraina kehilangan—dalam satu bencana—hingga 13 persen peluncur Patriot mereka, atau tujuh persen jika baterai Ukraina masing-masing memiliki delapan peluncur.

Peluncur mobile adalah komponen penting—bersama dengan radar, stasiun komando, dan pengisian ulang rudal—dari pertahanan udara terbaik Ukraina. Rudal Patriot PAC-2 berpotensi menghantam puluhan pesawat Rusia dan, jika percaya klaim Ukraina, ratusan drone dan rudal. PAC-2 yang dapat bermanuver berkisar sejauh 90 mil.

Ironisnya, Patriot secara rutin menembak jatuh pesawat hipersonik Iskander. Namun hanya ketika baterainya dikerahkan dan disiagakan, dibandingkan berkonvoi dari satu posisi menembak ke posisi berikutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Serius Ingin Tangkap Netanyahu, Singgung Surat Perintah ICC
Rekomendasi
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Mensesneg Ungkap Anggaran...
Mensesneg Ungkap Anggaran MBG Berpotensi Turun usai Validasi Data
Berita Terkini
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved