Terungkap, AS Sempat Ketir-ketir Rusia Mengebom Nuklir Ukraina pada 2022

Minggu, 10 Maret 2024 - 08:30 WIB
loading...
Terungkap, AS Sempat...
AS ternyata sempat ketir-ketir Rusia akan mengebom nuklir Ukraina pada akhir 2022. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Pada akhir tahun 2022, Amerika Serikat (AS) mulai “bersiap secara ketat” menghadapi kemungkinan Rusia menyerang Ukraina dengan senjata nuklir. Demikian diungkap dua pejabat senior pemerintah Washington kepada CNN.

Jika Moskow mengebom nuklir Kyiv pada saat itu, maka itu akan menjadi serangan nuklir pertama dalam perang sejak Amerika menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki hampir delapan puluh tahun sebelumnya.

Para pejabat tersebut mengatakan pemerintahan Joe Biden secara khusus khawatir Rusia mungkin menggunakan senjata nuklir taktis di medan perang.

Jurnalis CNN, Jim Sciutto, mengatakan dia pertama kali melaporkan bahwa para pejabat AS khawatir mengenai penggunaan senjata nuklir taktis Rusia pada tahun 2022, namun dalam buku barunya, “The Return of Great Powers” yang akan diterbitkan pada 12 Maret 2024, dia mengungkapkan rincian eksklusif tentang tingkat perencanaan darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan oleh para pejabat senior pemerintahan Biden, yang menjadi semakin khawatir dengan situasi ini.

Baca Juga: Putin Ancam AS dan NATO: Kirim Tentara ke Ukraina Bakal Perang Nuklir

“Itulah yang dihadirkan oleh konflik tersebut kepada kami, jadi kami percaya dan menurut saya merupakan hak kami untuk mempersiapkan diri dengan matang dan melakukan segala kemungkinan untuk menghindari hal tersebut terjadi,” kata pejabat senior pemerintah Biden yang pertama kepada Sciutto, yang dilansir Minggu (10/3/2024).

Apa yang membuat pemerintahan Biden mencapai penilaian mengejutkan tersebut bukanlah hanya satu indikator saja, namun serangkaian perkembangan, analisis, dan—yang terpenting—informasi intelijen baru yang sangat sensitif.

Ketakutan pemerintah, kata seorang pejabat senior pemerintah yang kedua kepada jurnalis tersebut, “bukan hanya hipotetis — hal ini juga didasarkan pada beberapa informasi yang kami kumpulkan.”

“Kami harus membuat rencana sehingga kami berada dalam posisi terbaik seandainya peristiwa yang tidak terpikirkan ini benar-benar terjadi,” kata pejabat senior pemerintahan yang sama kepada Sciutto.

Selama periode tersebut, dari akhir musim panas hingga musim gugur tahun 2022, Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengadakan serangkaian pertemuan untuk menetapkan rencana darurat.

“Jika terdapat indikasi yang sangat jelas bahwa mereka akan melakukan sesuatu, menyerang dengan senjata nuklir, atau jika mereka melakukan hal tersebut, bagaimana kita akan menanggapinya, bagaimana kita mencoba mencegahnya, atau menghalanginya,” kata pejabat senior pertama pemerintahan Biden kepada Sciutto.

“Saya rasa banyak dari kita yang memasuki dunia kerja tidak akan menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan sebuah skenario yang beberapa tahun lalu diyakini berasal dari masa lalu,” lanjut pejabat tersebut.

Pasukan Rusia Dikepung, Waswas Perang Nuklir


Akhir musim panas 2022 terbukti menjadi periode yang menghancurkan bagi pasukan Rusia di Ukraina. Pasukan Ukraina bergerak maju ke Kherson yang diduduki pasukan Moskow di selatan. Kota ini telah menjadi hadiah terbesar Rusia sejak invasi tersebut.
Saat itu, Moskow terancam kalah oleh serangan balasan Ukraina. Yang terpenting, ketika pasukan Ukraina maju, seluruh unit Rusia berada dalam bahaya dikepung.

Pandangan dalam pemerintahan AS adalah bahwa kerugian sebesar itu bisa menjadi “potensi pemicu” penggunaan senjata nuklir.
“Jika sejumlah besar pasukan Rusia dikalahkan—jika nyawa mereka hancur—itu adalah semacam awal dari potensi ancaman langsung terhadap wilayah Rusia atau negara Rusia,” kata pejabat senior pertama pemerintahan tersebut.

“Di Kherson pada saat itu, semakin banyak tanda-tanda bahwa garis pertahanan Rusia akan runtuh. Puluhan ribu tentara Rusia berpotensi rentan.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Serukan Duduki Lebanon, Tangkapi Perempuan dan Anak-Anak
Rekomendasi
KPK Periksa Bupati Muara...
KPK Periksa Bupati Muara Enim Edison setelah OTT ASN BPK
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Kart.inc Kirim Dua Pembalap...
Kart.inc Kirim Dua Pembalap Indonesia ke Kejuaraan Dunia Gokart Elektrik di Italia
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved