Sejarah Konflik China-Filipina dalam Sengketa Laut China Selatan

Rabu, 06 Maret 2024 - 13:30 WIB
loading...
Sejarah Konflik China-Filipina...
Kapal berbendera Filipina dihadang kapal Penjaga Pantai China dalam insiden yang mengakibatkan tabrakan di perairan sengketa Laut China Selatan dalam video yang dirilis pada 22 Oktober 2023. Foto/Penjaga Pantai China/REUTERS
A A A
BEIJING - Konflik China dan Filipina di Laut China Selatan semakin memanas belakangan ini. Terbaru, penjaga pantai kedua negara tersebut terlibat perselisihan usai masing-masing kapalnya bertabrakan.

Mengutip laporan Al Jazeera, Rabu (6/3/2024), Philippine Coast Guard (PCG) menyebut insiden terjadi di dekat Second Thomas Shoal.

Kapal milik PCG awalnya berlayar untuk menemani armada lain yang membawa perbekalan. Namun, tiba-tiba mereka mendapat manuver berbahaya dari kapal penjaga pantai milik China.

Setelahnya, terjadi tabrakan antar kapal yang mengakibatkan kerusakan struktural ringan pada kapal milik PCG. Di sisi lain, China menyebut aksinya dilakukan karena kapal Filipina sudah memasuki area terlarang secara ilegal.

Melihat ke belakang, konflik antara China dan Filipina memang semakin memanas selama beberapa waktu terakhir. Berikut ini riwayatnya yang bisa diketahui.

Sejarah Konflik China-Filipina di Laut China Selatan


Sumber ketegangan antara China dan Filipina tak lain adalah sengketa Laut China Selatan (LCS). Sedikit mengingatkan, China mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh area LCS berdasarkan catatan sejarah dari dinasti Xia.

Pada perkembangannya, Beijing telah mengilustrasikan klaimnya atas wilayah LCS dengan mengeluarkan “sembilan garis putus-putus” berbentuk U.

Anehnya, penggambaran garis tersebut juga memotong zona ekonomi eksklusif (ZEE) di sejumlah negara Asia Tenggara termasuk Filipina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Laba Maskapai Penerbangan...
Laba Maskapai Penerbangan Global Diprediksi Anjlok Imbas Lonjakan Harga Avtur 
Rekomendasi
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Berita Terkini
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved