Erdogan: AS Coba Tikam Turki dari Belakang, Bisakah Diterima?

Selasa, 14 Agustus 2018 - 10:53 WIB
Erdogan: AS Coba Tikam...
Erdogan: AS Coba Tikam Turki dari Belakang, Bisakah Diterima?
A A A
ANKARA - Presiden Recep Tayyip Erdogan kembali mengecam Amerika Serikat (AS) sebagai sekutu Turki di keanggotaan NATO yang justru tindakannya bertolak belakang. Menurutnya, Washington mencoba menikam Ankara dari belakang.

Komentar Erdogan itu membuat bank sentral Turki pada hari Senin (13/8/2018) gagal menghentikan anjloknya nilai mata uang lira. Kegagalan itu membuat ekonomi Ankara bergejolak.

Perselisihan kedua negara itu dipicu penahanan pastor Amerika Serikat, Andrew Brunson, di Ankara atas tuduhan terlibat terorisme dan mendukung upaya kudeta militer Turki 2016. Washington telah menjatuhkan sanksi terhadap dua menteri di kabinet Erdogan setelah Ankara menolak membebaskan Brunson.

Ketika lira merosot tujuh persen dalam nilainya, investor resah. Gejolak itu merembet ke bank-bank Eropa.

Lira Turki telah jatuh sekitar 16 persen terhadap dolar AS pada hari Jumat lalu karena Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia telah menggandakan tarif untuk baja dan aluminium dari Turki.

"Kami bersama dalam NATO dan kemudian Anda berusaha untuk menikam mitra strategis Anda di belakang. Bisakah hal semacam itu diterima?," kata Erdogan dalam sebuah konferensi di Ankara, kemarin, seperti dikutip AFP, Selasa (14/8/2018).

Erdogan mengindikasikan bahwa dia tidak berminat untuk menawarkan konsesi kepada Amerika Serikat dalam salah satu pertikaian terburuk antara dua sekutu NATO dalam beberapa tahun.

Erdogan mengatakan Turki menghadapi "pengepungan ekonomi" yang dia sebut sebagai serangan terhadap negaranya.

Sebelumnya, pemimpin Turki itu mengancam akan mencari sekutu baru karena kecewa dengan perilaku AS terhadap Ankara.

Ketika ekonomi Turki gonjang-ganjing, Erdogan minta kepada rakyatnya untuk tidak khawatir. "Ini sama sekali tidak seperti kita tenggelam dan kita sudah selesai. Dinamika ekonomi Turki solid, kuat dan sehat dan akan terus demikian," katanya.

Erdogan juga mengecam apa yang dia sebut sebagai "teroris ekonomi" di media sosial setelah para pengguna media sosial ramai memperbincangkan anjloknya nilai mata uang lira. Dia berjanji bahwa pengadilan Turki akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghukum pengguna media sosial yang dia anggap spekulan.

Kantor berita Anadolu melaporkan, Kementerian Dalam Negeri meluncurkan penyelidikan terhadap 346 akun media sosial atas dasar "pembagian materi provokatif".
(mas)
Berita Terkait
Turki Sebut Buku Bolton...
Turki Sebut Buku Bolton Menyesatkan Soal Percakapan Erdogan-Trump
Erdogan Tegaskan Turki...
Erdogan Tegaskan Turki Siap Mainkan Peran dalam Redakan Ketegangan AS-Iran
Erdogan: Penyerbuan...
Erdogan: Penyerbuan Parlemen AS Adalah Aib dan Mengejutkan Umat Manusia
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
Erdogan: Sanksi Amerika...
Erdogan: Sanksi Amerika Serikat Tidak Menghormati Turki
Erdogan Kembali Menang...
Erdogan Kembali Menang Pilpres Turki, Ini Respons AS dan NATO
Berita Terkini
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
12 menit yang lalu
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
1 jam yang lalu
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
2 jam yang lalu
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
3 jam yang lalu
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
5 jam yang lalu
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved