Banjir Terjang Sepertiga Wilayah Bangladesh, 1,5 Juta Warga Mengungsi

Jum'at, 14 Agustus 2020 - 02:02 WIB
loading...
Banjir Terjang Sepertiga...
Warga mengungsi akibat banjir di Bangladesh. Foto/ABC
A A A
DHAKA - Sekitar sepertiga wilayah Bangladesh tergenang banjir, dengan 161 orang tewas dan 1,5 juta orang mengungsi.

Hujan paling lebat dalam hampir satu dekade itu dimulai bulan lalu dan bagian dari musim hujan dari Juni hingga September.

Banjir itu mempersulit pencegahan virus corona saat Bangladesh melaporkan 266.498 kasus, termasuk 3.513 kematian pada Kamis (13/8). Hujan lebat dan banjir yang tak biasa juga terjadi dekat India dan Nepal.

Bangladesh memiliki perbatasan yang sama dengan India, dengan 53 sungai melintasi kedua negara.

Sungai Brahmaputra dan Gangga yang mengalir melalui pegunungan Himalaya telah meluap akibat hujan lebat. Di desa Louhajang, 55 km dari Dhaka, warga lokal yang mengungsi akibat banjir mendapat barang bantuan.

Menurut laporan ABC , beberapa warga terpaksa menggunakan perahu untuk mengakses titik pembagian bantuan.

Kantung pasir dipasang di sepanjang tanggul sungai di terminal feri Shimulia setelah Sungai Padma meluap dan mengakibatkan erosi. (Baca Juga: Tua-tua Keladi, Mahathir Mohamad Bentuk Parti Pejuang Tanah Air)

Warga juga menggunakan perahu untuk memindahkan hewan ternaknya ke tempat yang lebih tinggi demi menghindari banjir. (Baca Infografis: Kamala Harris Dipilih Joe Biden Menjadi Cawapres AS)

Kementerian Pertanian Bangladesh menyatakan banjir telah menenggelamkan sekitar 80.000 hektare lahan padi. “Ini menjadi banjir terburuk dalam satu dekade,” papar Arifuzzaman Bhuiya dari Pusat Peringatan dan Perkiraan Banjir Bangladesh. (Lihat Video: Ambulans Patah As, Ibu Mau Melahirkan Dievakuasi Mobil Patroli)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
Norwegia Tantang Brasil...
Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Berita Terkini
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved