Taliban Eksekusi Mati 2 Orang di Stadion, Ditonton Ribuan Orang

Jum'at, 23 Februari 2024 - 14:17 WIB
loading...
Taliban Eksekusi Mati...
Otoritas Taliban mengeksekusi dua orang terpidana mati kasus pembunuhan. Ekekusi dilakukan oleh keluarga korban di stadion dan disaksikan ribuan orang. Foto/Vinnews
A A A
KABUL - Otoritas Taliban yang berkuasa di Afghanistan telah mengeksekusi mati dua orang terpidana di sebuah stadion di tenggara negara tersebut pada Kamis.

Eksekusi di tempat terbuka ini disaksikan ribuan orang.

Dua orang pria itu dihukum mati atas penikaman yang mengakibatkan kematian dua orang dalam serangan yang terpisah.

Keluarga korban penikaman ikut menembakkan senapan ke arah dua terpidana.

Mahkamah Agung Taliban memutuskan bahwa kedua pria tersebut bertanggung jawab atas kematian dua korban penikaman dalam serangan terpisah, menurut pernyataan pengadilan setempat, sebagaimana dikutip AP, Jumat (23/2/2024).

Baca Juga: Taliban Boikot Pertemuan yang Disponsori PBB di Qatar

Mereka mengidentifikasi keduanya sebagai Syed Jamal asal provinsi Wardak tengah dan Gul Khan asal Ghazni. Namun tidak jelas siapa yang melakukan penikaman, dua terpidana tersebut, atau yang lainnya.

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa tiga pengadilan tingkat rendah dan pemimpin tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada, telah memerintahkan eksekusi sebagai pembalasan atas kejahatan yang mereka lakukan.

Pada hari Kamis, ribuan orang berkerumun di luar stadion di daerah Ali Lala di kota Ghazni, dan berusaha masuk. Para ulama memohon kepada keluarga korban untuk memaafkan para terpidana, namun mereka menolak.

Abu Abu Khalid Sarhadi, juru bicara polisi Ghazni, mengatakan bahwa keluarga korban mengeksekusi kedua pria tersebut.

Eksekusi dimulai sesaat sebelum pukul 13.00 siang. Ada 15 peluru yang ditembakkan, delapan ke salah satu pria dan tujuh ke pria lainnya.

Juru bicara Mahkamah Agung Abdul Rahim Rashid mengatakan orang-orang itu ditembak dari belakang. Ambulans kemudian membawa jenazah mereka pergi.

Pembunuhan tersebut merupakan eksekusi publik ketiga dan keempat sejak Taliban merebut kekuasaan pada tahun 2021 di tengah kekacauan penarikan pasukan Amerika Serikat dan NATO dari Afghanistan.

PBB telah mengecam keras Taliban karena melakukan eksekusi di depan umum, cambuk dan rajam sejak merebut kekuasaan, dan meminta para penguasa negara tersebut untuk menghentikan praktik-praktik semacam itu.

Pada hari Kamis, PBB mengatakan mereka sangat menentang hukuman mati, dan mengatakan bahwa hal itu tidak sejalan dengan hak dasar untuk hidup.

Misinya di Afghanistan mendesak pihak berwenang Taliban untuk segera menerapkan moratorium hukuman mati sebagai langkah menuju penghapusan hukuman mati.

Selama pemerintahan mereka sebelumnya di Afghanistan pada akhir tahun 1990-an, Taliban secara teratur melakukan eksekusi di depan umum, cambuk dan rajam.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Jemaah Umrah Perlu Tahu!...
Jemaah Umrah Perlu Tahu! Ini Waktu Masuk Hijr Ismail untuk Perempuan dan Laki-Laki
Rekomendasi
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
6 Alasan Ribuan Narapidana...
6 Alasan Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara AS Setiap Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved