Profil Alexei Navalny, Tokoh Oposisi Rusia yang Meninggal di Penjara

Rabu, 21 Februari 2024 - 14:30 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 2020 lalu, Navalny sempat jatuh sakit dan koma hingga dirawat di Berlin. Pihak berwenang Jerman mengonfirmasi bahwa Navalny diracuni.

Setelah lima bulan di Jerman, Navalny ditangkap sekembalinya ke Rusia , dan pihak berwenang menuduh pemulihannya di luar negeri melanggar ketentuan hukuman percobaan dalam kasus Yves Rocher.

Kemudian pada tahun 2022, Navalny dijatuhi hukuman tambahan sembilan tahun penjara karena penggelapan dan penghinaan terhadap pengadilan dalam kasus yang ditolak oleh pendukungnya karena dianggap dibuat-buat. Dia dipindahkan ke penjara dengan keamanan maksimum di wilayah Vladimir barat Rusia.

Puncaknya, pada 4 Agustus 2023 Navalny dinyatakan bersalah karena ekstremisme dan dijatuhi hukuman 19 tahun penjara atas tuduhan ekstremisme dan terorisme.

Tidak hanya itu, pihak berwenang juga menahan tiga pengacara yang mewakili Navalny setelah menggeledah rumah mereka, dan sekutunya Ivan Zhdanov mengatakan di media sosial bahwa tindakan tersebut adalah upaya untuk “mengisolasi Navalny sepenuhnya.”

Itulah profil dan perjalanan hidup dari Alexei Navalny, sosok oposisi di rusia yang telah mengalami beberapa hal yang dirasa tidak adil. Salah satunya adalah percobaan pembunuhan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Masuk 50% ke Kanada, PM Carney: Pelanggaran!
Rekomendasi
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
Berita Terkini
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved