6 Pemicu Wabah Kolera yang Mematikan di Afrika Selatan

Rabu, 21 Februari 2024 - 19:19 WIB
loading...
A A A
Sistem pembuangan limbah yang buruk, serta sumber air bersih yang tidak memadai untuk minum, memasak dan kebersihan juga merupakan masalah yang terus-menerus terjadi di wilayah tersebut. Lebih dari separuh penduduk pedesaan di negara-negara Afrika Selatan – kecuali Afrika Selatan dan Eswatini, yang sebelumnya dikenal sebagai Swaziland – tidak memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi seperti toilet. Di Afrika Selatan, para peneliti mengatakan 80 persen sistem air limbah perlu ditingkatkan.

4. Pergerakan Lintas Batas yang Tidak Terkendali

Pergerakan lintas batas yang teratur dan tidak terkendali, misalnya, berarti infeksi dapat ditularkan: Sebuah penelitian pada tahun 2023 menemukan bahwa dua saudara perempuan yang melakukan perjalanan dari Afrika Selatan ke pusat wabah kolera di Malawi menulari orang ketiga saat mereka kembali dan jenis virus tersebut adalah yang saat ini menyebar berasal dari Asia Selatan. Meskipun jarang sekali orang menularkan infeksi melalui kontak biasa, kebersihan yang buruk dapat menyebabkan kotoran dari orang yang terinfeksi mengkontaminasi makanan yang diperuntukkan bagi orang lain.

5. Banjir Akibat Perubahan Iklim

6 Pemicu Wabah Kolera yang Mematikan di Afrika Selatan

Foto/Reuters

Banjir yang semakin sering dan parah terkait dengan perubahan iklim juga mempunyai dampak, kata para ahli. Anja du Plessis dari Universitas Afrika Selatan (UNISA) mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kolera lebih banyak terjadi pada musim hujan, seperti yang dialami wilayah tersebut saat ini.

Banjir “menyebabkan lebih banyak limpasan air yang mengandung lebih banyak patogen, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi,” katanya. Topan Kenneth melanda Madagaskar, Mozambik, Malawi, dan Zimbabwe pada bulan Maret 2023, dan kemungkinan besar memperburuk penularan kolera.

6. Vaksin Kolera yang Langka

6 Pemicu Wabah Kolera yang Mematikan di Afrika Selatan

Foto/Reuters

Saat ini, vaksin kolera yang digunakan baik secara preventif maupun reaktif masih langka, sehingga memaksa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk meninggalkan penggunaan dua dosis oral untuk satu dosis. Sekitar 29 negara melaporkan wabah kolera pada tahun 2022, meningkat dari rata-rata 20 negara yang melaporkan setiap tahunnya.

Peningkatan tersebut telah melampaui perkiraan 36 juta dosis yang tersedia setiap tahunnya. Hanya ada satu produsen dosis yang tersedia saat ini – perusahaan Korea Selatan EuBiologics – dan perusahaan tersebut sudah memproduksi dengan kapasitas maksimum, menurut WHO. Walaupun dua dosis vaksin dapat menghentikan kolera selama sekitar tiga tahun, satu dosis mengurangi masa kekebalan menjadi antara enam bulan dan dua tahun.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
AS Waspada, Blokir Pelancong...
AS Waspada, Blokir Pelancong dari Zona Wabah Ebola
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Bagaimana Negara-negara...
Bagaimana Negara-negara Merespons Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius?
Kedubes Iran di Afrika...
Kedubes Iran di Afrika Selatan Ejek Trump Terkait Rilis Dokumen Rahasia UFO
Wabah Hantavirus Juga...
Wabah Hantavirus Juga Sampai Israel, 1 Orang Terinfeksi
Raffi Ahmad Beberkan...
Raffi Ahmad Beberkan Penyakit yang Membuatnya Harus Operasi Setelah Pulang Haji
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Tolak Kesepakatan Nuklir
Rekomendasi
FIFA Putar Balik Aturan...
FIFA Putar Balik Aturan Aneh usai Insiden Konferensi Pers Hakimi dan Vinicius di Piala Dunia 2026
Mengapa Pemain Spanyol...
Mengapa Pemain Spanyol Tidak Menyanyikan Lagu Kebangsaan di Piala Dunia 2026?
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Berita Terkini
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved