Israel Ancang-ancang Invasi Rafah, AS Siapkan Banyak Bom Canggih

Minggu, 18 Februari 2024 - 09:26 WIB
loading...
Israel Ancang-ancang...
AS siapkan banyak bom canggih untuk militer Zionis Israel yang sedang bersiap untuk menginvasi Rafah, Jalur Gaza selatan. Foto/via Wikipedia
A A A
TEL AVIV - Ketika Israel bersiap meluncurkan invasi darat ke Rafah di Jalur Gaza selatan, Amerika Serikat (AS) sedang menyiapkan banyak bom canggih untuk dikirim ke pasukan Zionis.

Langkah Washington itu, jika benar-benar dilakukan, akan menjadi kemunafikan yang terang-terangan. Sebab, pemerintah Presiden Joe Biden selama ini menyuarakan frustrasinya setelah rezim Zionis mengabaikan permintaannya untuk mengurangi operasi militer di Gaza.

Mengutip Wall Street Journal (WSJ), Minggu (18/2/2024), pengiriman senjata Amerika yang diusulkan mencakup masing-masing sekitar seribu bom MK-82 seberat 500 pon (227kg) dan Joint Direct Attack Munitions (JDAM) KMU-572 yang mengubah amunisi tidak terarah menjadi bom berpemandu presisi.

Baca Juga: Mesir Ancam Israel Jika Nekat Luncurkan Invasi Darat ke Rafah

Laporan WSJ tersebut mengutip para pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

AS, sambung laporan itu, selanjutnya mempertimbangkan untuk mengirimkan sekering bom FMU-139, dengan total pengiriman diperkirakan bernilai puluhan juta dolar, yang akan dibayarkan dari bantuan militer AS ke Israel.

Laporan tersebut juga mengutip penilaian terhadap usulan transfer senjata yang dirancang oleh Kedutaan Besar AS di Yerusalem yang mengatakan: "Pemerintah Israel telah meminta akuisisi secepatnya barang-barang ini untuk pertahanan Israel terhadap ancaman regional yang terus muncul."

Penilaian tersebut juga menolak potensi permasalahan hak asasi manusia, dengan mengatakan: “Israel mengambil tindakan efektif untuk mencegah pelanggaran berat hak asasi manusia dan meminta pertanggungjawaban pasukan keamanan yang melanggar hak-hak tersebut."

Pemerintahan Biden sejauh ini telah dua kali melewati Kongres untuk segera mengirim bom dan amunisi lainnya ke Israel di tengah perang melawan Hamas yang telah menewaskan lebih dari 28.000 warga Palestina di Gaza—sebagian besar anak-anak dan perempuan.

Menurut WSJ, AS telah menyediakan sekitar 21.000 amunisi berpemandu presisi ke Israel sejak dimulainya perang pada Oktober lalu.

Disebutkan dalam laporan itu bahwa senjata yang tersisa cukup untuk pengeboman di Gaza selama 19 minggu, namun jumlah tersebut akan berkurang menjadi beberapa hari jika Israel juga melancarkan serangan penuh ke Lebanon, tempat Israel terlibat dalam pertempuran perbatasan dengan Hizbullah.

Pada hari Jumat, Biden mengatakan dia telah berulang kali mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa harus ada gencatan senjata sementara di Gaza selama pembicaraan ekstensif minggu ini.

Dalam menghadapi kecaman internasional yang luas, Israel bersikeras akan segera melancarkan invasi darat ke Rafah, kota paling selatan di Jalur Gaza yang berbatasan dengan Mesir.

Di kota itulah sekitar 1,4 juta dari 2,3 juta penduduk wilayah kantong tersebut terpaksa mengungsi akibat serangan Israel di Gaza dalam konflik empat bulan terakhir.

Meskipun pemerintahan Biden menyatakan bahwa serangan Israel ke kota yang padat penduduk tersebut akan menjadi “bencana”, pemerintahan Biden mengatakan bahwa operasi semacam itu tidak akan menimbulkan konsekuensi nyata, seperti pembekuan transfer senjata AS.

Biden mengatakan dia memperingatkan Netanyahu agar tidak melanjutkan operasi militer ke Rafah tanpa "rencana yang kredibel dan dapat dilaksanakan" untuk melindungi warga Palestina yang berlindung di sana.

“Saya mengantisipasi, saya berharap, bahwa Israel tidak akan melakukan invasi darat besar-besaran [ke Rafah] untuk sementara ini. Jadi, perkiraan saya, hal itu tidak akan terjadi,” kata Biden.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan negaranya “merencanakan secara menyeluruh” invasi darat ke Rafah, dan Netanyahu berjanji pada Jumat pagi untuk menolak “dikte internasional” mengenai resolusi jangka panjang konflik Israel dengan Palestina.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Berita Terkini
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved