5 Fakta Kota Rafah, Wilayah yang Jadi Target Serangan Israel
Senin, 12 Februari 2024 - 18:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 5 Negara Timur Tengah Menentang Invasi Darat Israel ke Rafah, Mungkinkan Perang Arab dan Israel Akan Terulang?
Setelah Perjanjian Gencatan Senjata tanggal 24 Februari 1949, Rafah terletak di Gaza yang diduduki Mesir dan akibatnya, perbatasan Gaza-Mesir tidak ada lagi.
Namun kota ini sempat jatuh ke tangan Israel setelah negara tersebut memenangkan Perang Enam Hari pada 1967.
Hingga pada tahun 1979, Israel dan Mesir menandatangani perjanjian damai yang mengembalikan Sinai, yang berbatasan dengan Jalur Gaza, ke kendali Mesir. Dalam Perjanjian Perdamaian, perbatasan Gaza-Mesir yang dibuat kembali dibuat melintasi kota Rafah.
Kemudian pada tahun 1989, terjadi penembakan lima warga sipil oleh tentara perbatasan Israel di Rafah. Lalu pada tahun 2004, Pemerintah Israel yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ariel Sharon menyetujui pembongkaran massal rumah-rumah di Rafah.
2. Sejarah Kota
Sejak pertengahan tahun 1930-an, Inggris meningkatkan kontrol perbatasan dan Rafah berkembang menjadi kota perbatasan kecil yang berfungsi sebagai pusat perdagangan dan jasa bagi penduduk Badui yang semi-menetap.Setelah Perjanjian Gencatan Senjata tanggal 24 Februari 1949, Rafah terletak di Gaza yang diduduki Mesir dan akibatnya, perbatasan Gaza-Mesir tidak ada lagi.
Namun kota ini sempat jatuh ke tangan Israel setelah negara tersebut memenangkan Perang Enam Hari pada 1967.
Hingga pada tahun 1979, Israel dan Mesir menandatangani perjanjian damai yang mengembalikan Sinai, yang berbatasan dengan Jalur Gaza, ke kendali Mesir. Dalam Perjanjian Perdamaian, perbatasan Gaza-Mesir yang dibuat kembali dibuat melintasi kota Rafah.
3. Banyak Tragedi Terjadi
Pada musim panas tahun 1971, IDF, di bawah Jenderal Ariel Sharon, menghancurkan sekitar 500 rumah di kamp pengungsi Rafah untuk membuat jalan patroli bagi pasukan Israel. Penghancuran ini menyebabkan hampir 4.000 orang mengungsi.Kemudian pada tahun 1989, terjadi penembakan lima warga sipil oleh tentara perbatasan Israel di Rafah. Lalu pada tahun 2004, Pemerintah Israel yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ariel Sharon menyetujui pembongkaran massal rumah-rumah di Rafah.
4. Banyak Warga Palestina yang Terdesak di Kota Rafah
Dilansir dari Al Jazeera, Rafah Palestina memiliki luas 64 km persegi (25 mil persegi) dan, ketika Israel menyerang Gaza selama empat bulan terakhir, semakin banyak orang yang digiring ke wilayah perbatasan ini.Lihat Juga :