Mismanajemen Partai Komunis Perburuk Krisis Pasar Properti China

Senin, 12 Februari 2024 - 15:15 WIB
loading...
A A A
CCP juga telah meluncurkan program senilai 350 miliar yuan (sekitar USD48,8 miliar) untuk membangun perumahan terjangkau, sebuah langkah kecil di sektor yang pernah menyumbang hampir sepertiga perekonomian.

Mismanajemen CCP


Beijing telah melonggarkan aturan mengenai berapa banyak orang harus mengeluarkan uang untuk membeli tempat tinggal di Beijing dan Shanghai. Langkah-langkah seperti ini mungkin bisa mengatasi masalah ketika isu ini pertama kali muncul hampir tiga tahun lalu.

Berdasarkan data di bulan Desember, langkah semacam itu sudah tidak lagi memadai.

Ada tiga hal yang jelas. Pertama, China perlu mengambil langkah lebih berani untuk memperbaiki situasi, semakin cepat semakin baik.

Kedua, bahkan jika pihak berwenang bertindak berani dan cepat, dibutuhkan waktu untuk menahan penurunan sektor properti dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memulihkan kondisi perekonomian secara umum.

Ketiga, prospek perekonomian China akan menurun hingga sektor properti stabil, dan mungkin untuk beberapa waktu setelahnya.

Kesimpulannya, terpuruknya pasar properti China tidak bisa semata-mata disebabkan mismanajemen yang dilakukan masing-masing pengembang. Kegagalan CCP untuk bertindak cepat, strategis, dan tegas di berbagai tahap krisis telah memberikan kontribusi signifikan terhadap semakin buruknya perekonomian.

Mulai dari promosi pengembangan real estate yang terlalu aktif hingga pengakuan krisis yang terlambat, tindakan keras dan tanggapan yang tak memadai serta mismanajemen CCP telah memainkan peran penting dalam memperburuk tantangan yang dihadapi pasar properti China.

Ketika China bergulat dengan dampak krisis ini, pemeriksaan kritis terhadap peran CCP sangatlah penting untuk memahami akar penyebab krisis dan merumuskan solusi yang efektif untuk masa depan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Harga Minyak Dunia Mendidih...
Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran
Rekomendasi
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved