Houthi Yaman Tegaskan Lalu Lintas Kapal Israel Berhenti di Laut Merah
Jum'at, 09 Februari 2024 - 20:45 WIB
loading...
Pejuang Houthi menghadiri upacara peringatan 20 tahun pendiri Gerakan Houthi, pembunuhan Hussein Badreddin al-Houthi di Masjid Al Shaab di Sanaa, Yaman pada 6 Februari 2024. Foto/Mohammed Hamoud/Anadolu Agency
A
A
A
SANAA - Serangan Houthi telah menghentikan lalu lintas kapal Israel di Laut Merah, menurut pemimpin kelompok Houthi Yaman Abdulmalik Al-Houthi pada Kamis (8/2/2024).
“Kapal-kapal Israel telah berhenti total di Bab Al-Mandeb dan Laut Merah. Ini adalah pencapaian dan kemenangan nyata,” tegas Abdulmalik Al-Houthi dalam pidatonya yang disiarkan televisi.
“Musuh Israel beralih mengandalkan kapal sewaan untuk mengangkut barang-barangnya, namun serangan terhadap kapal-kapal ini telah membuat situasi menjadi sulit bagi Tel Aviv,” papar dia.
Pemimpin Houthi mengatakan serangan kelompoknya terhadap kapal-kapal di Laut Merah telah menimbulkan “kerugian besar” bagi Israel.
Dia juga mengatakan kelompoknya telah menyerang Eilat di Israel selatan pekan ini, sehingga mengganggu operasi di pelabuhannya.
Belum ada komentar dari Israel mengenai klaim Houthi.
Kelompok Houthi telah menargetkan kapal kargo di Laut Merah yang dimiliki atau dioperasikan oleh perusahaan Israel atau mengangkut barang ke dan dari Israel.
“Kapal-kapal Israel telah berhenti total di Bab Al-Mandeb dan Laut Merah. Ini adalah pencapaian dan kemenangan nyata,” tegas Abdulmalik Al-Houthi dalam pidatonya yang disiarkan televisi.
“Musuh Israel beralih mengandalkan kapal sewaan untuk mengangkut barang-barangnya, namun serangan terhadap kapal-kapal ini telah membuat situasi menjadi sulit bagi Tel Aviv,” papar dia.
Pemimpin Houthi mengatakan serangan kelompoknya terhadap kapal-kapal di Laut Merah telah menimbulkan “kerugian besar” bagi Israel.
Dia juga mengatakan kelompoknya telah menyerang Eilat di Israel selatan pekan ini, sehingga mengganggu operasi di pelabuhannya.
Belum ada komentar dari Israel mengenai klaim Houthi.
Kelompok Houthi telah menargetkan kapal kargo di Laut Merah yang dimiliki atau dioperasikan oleh perusahaan Israel atau mengangkut barang ke dan dari Israel.
Lihat Juga :