Zelensky Resmi Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina Valery Zaluzhny

Jum'at, 09 Februari 2024 - 08:16 WIB
loading...
Zelensky Resmi Pecat...
Presiden Volodymyr Zelensky resmi memecat Panglima Militer Ukraina Jenderal Valery Zaluzhny. Foto/REUTERS
A A A
KYIV - Presiden Volodymyr Zelensky telah resmi memecat Jenderal Valery Zaluzhny sebagai Panglima Militer Ukraina, Kamis malam. Sang jenderal tertinggi dipecat di tengah perang melawan invasi Rusia.

Langkah pemecatan ini diambil menyusul ketegangan antara Zelensky dan panglima militernya yang sangat populer setelah kegagalan serangan balasan Kyiv terhadap pasukan Moskow.

Itu juga terjadi ketika Ukraina menghadapi serangan baru dari Rusia, kekurangan personel dan amunisi, serta bantuan Amerika Serikat (AS) yang terhenti akibat tekanan Kongres.

Baca Juga: Disebut Hendak Pecat Jenderal Top Ukraina Zaluzhny, Ini Jawaban Zelensky

Dalam posting-an Telegram yang dikirim sesaat sebelum pengumuman resmi, Zelensky mengatakan dia mengadakan pertemuan dengan Jenderal Zaluzhny. "Membahas pembaruan seperti apa yang dibutuhkan Angkatan Bersenjata Ukraina," tulis Zelensky, seperti dikutip CNN, Jumat (9/2/2024).

“Saatnya untuk pembaruan seperti itu adalah sekarang,” lanjut posting-an Zelensky.

Pengganti Zaluzhny adalah Oleksandr Syrskyi, yang sejak 2019 menjabat sebagai komandan Angkatan Darat Ukraina.

Zaluzhny menulis di saluran Telegramnya pada hari Kamis bahwa tugas tahun 2022 berbeda dengan tugas tahun 2024.

“Oleh karena itu, setiap orang harus berubah dan beradaptasi dengan kenyataan baru juga. [Kami] baru saja bertemu dengan Panglima Tertinggi. Itu adalah percakapan yang penting dan serius. Diputuskan bahwa kami perlu mengubah pendekatan dan strategi kami," tulis sang jenderal.

Desas-desus pemecatan Zaluzhny mulai beredar di Kyiv pekan lalu setelah dia dipanggil ke pertemuan di kantor presiden dan diberi tahu bahwa dia dipecat. Itu diungkap dua sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada CNN.

Kantor Zelensky awalnya membantah rumor tersebut, namun langkah tersebut dikonfirmasi pada hari Kamis.

Menurut salah satu sumber, Zaluzhny—yang ditunjuk sebagai Panglima Militer Ukraina oleh Zelensky pada Juli 2021—ditawari posisi baru oleh presiden, namun dia menolaknya.

Masih belum jelas apakah Zaluzhny memutuskan untuk tetap terlibat dengan militer dalam kapasitas tertentu.

Perseteruan antara kedua tokoh penting Ukraina tersebut telah berkobar selama berbulan-bulan namun tampaknya semakin melebar menjelang akhir tahun lalu, setelah Zaluzhny mengatakan perang telah mencapai jalan buntu dalam sebuah esai panjang dan wawancara di majalah The Economist pada bulan November.

Ketika menulis setelah serangan balik Ukraina yang sebagian besar digagalkan oleh pertahanan Rusia yang sangat kuat, dia memperingatkan bahwa tanpa lompatan teknologi yang besar, kemungkinan besar tidak akan ada terobosan yang dalam dan indah, melainkan keseimbangan antara kerugian dan kehancuran yang sangat besar.

Pernyataannya langsung menuai kritik dari kantor Zelensky, yang mengatakan bahwa komentar seperti itu tentang perang hanya menguntungkan Rusia.

Baru-baru ini, kedua pemimpin itu berselisih mengenai apakah Ukraina memerlukan upaya mobilisasi massa. Zaluzhny telah menyarankan agar diperlukan setengah juta wajib militer, namun Zelensky menolaknya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Abaikan AS, Netanyahu...
Abaikan AS, Netanyahu Ngotot Tak Akan Tarik Pasukan Israel dari Lebanon
Rekomendasi
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan terkait Penggeledahan
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved