Terungkap, Jenderal AS Jadi Konsultan Rahasia Uni Emirat Arab dalam Perang Yaman
Kamis, 08 Februari 2024 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
Dua senator AS yang menjadi anggota komite pada saat itu, Tim Kaine dan Richard Blumenthal dari Partai Demokrat, mengatakan kepada The Washington Post bahwa mereka tidak diberitahu tentang konsultasinya.
Dua diplomat senior AS yang bekerja di Timur Tengah ketika Mattis mengajukan izin untuk berkonsultasi dengan UEA mengenai perang di Yaman juga tidak diberitahu bahwa dia bekerja untuk sekutu Washington di Teluk, menurut The Washington Post.
Mattis direkrut untuk bekerja di UEA pada tahun 2015. Saat itu, Mohammed bin Zayed adalah putra mahkota Abu Dhabi dan wakil panglima tertinggi militer UEA.
UEA terlibat dalam pertempuran sengit dengan Houthi sebagai bagian dari Koalisi Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi yang berusaha memulihkan pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.
Pada saat itu, pemerintahan Barack Obama menyediakan logistik dan pengisian bahan bakar udara serta intelijen kepada Koalisi Arab.
Arab Saudi dan sekutunya melancarkan ribuan serangan udara, yang gagal mengalahkan Houthi namun mengakibatkan ratusan ribu kematian warga sipil dan krisis kemanusiaan yang besar.
Saat ini, kelompok Houthi menguasai wilayah timur laut Yaman dan melancarkan serangan terhadap kapal komersial sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.
Arab Saudi telah mengadakan perundingan damai dengan kelompok tersebut, sebagai upaya untuk melepaskan diri dari perang. Sementara itu, UEA terus mempunyai pengaruh di Yaman melalui sekutunya di selatan.
Dua diplomat senior AS yang bekerja di Timur Tengah ketika Mattis mengajukan izin untuk berkonsultasi dengan UEA mengenai perang di Yaman juga tidak diberitahu bahwa dia bekerja untuk sekutu Washington di Teluk, menurut The Washington Post.
Mattis direkrut untuk bekerja di UEA pada tahun 2015. Saat itu, Mohammed bin Zayed adalah putra mahkota Abu Dhabi dan wakil panglima tertinggi militer UEA.
UEA terlibat dalam pertempuran sengit dengan Houthi sebagai bagian dari Koalisi Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi yang berusaha memulihkan pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.
Pada saat itu, pemerintahan Barack Obama menyediakan logistik dan pengisian bahan bakar udara serta intelijen kepada Koalisi Arab.
Arab Saudi dan sekutunya melancarkan ribuan serangan udara, yang gagal mengalahkan Houthi namun mengakibatkan ratusan ribu kematian warga sipil dan krisis kemanusiaan yang besar.
Saat ini, kelompok Houthi menguasai wilayah timur laut Yaman dan melancarkan serangan terhadap kapal komersial sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.
Arab Saudi telah mengadakan perundingan damai dengan kelompok tersebut, sebagai upaya untuk melepaskan diri dari perang. Sementara itu, UEA terus mempunyai pengaruh di Yaman melalui sekutunya di selatan.
(mas)
Lihat Juga :