China Terindikasi Dukung Aksi Protes Menentang Pakistan di Gilgit Baltistan

Rabu, 07 Februari 2024 - 11:48 WIB
loading...
A A A
Hal ini menciptakan semacam kekosongan kekuasaan dan menimbulkan diskusi, "Jika bukan Pakistan lalu siapa?" Salah satu keberhasilan terbesar RWF terjadi pada tanggal 4 Desember 2021 ketika mereka menyelenggarakan konvensi di Balai Buruh Bakhtiar, Lahore, di mana ratusan pekerja dari sektor publik dan swasta, serikat pekerja, pelajar dan petani berkumpul dari seluruh wilayah Pakistan.

Kemunculan tiba-tiba kelompok kiri berhubungan langsung dengan protes terorganisir dan perhatian media yang kuat. Setidaknya 17 orang dari “Front Pekerja Merah” diduga terlibat dalam klaim gaji di China. Pemimpin asli kelompok protes di Gilgit Baltistan dengan cepat digantikan pemimpin pro-Beijing.

Negara Bagian Proksi


Sebuah artikel online di Marxist.com menginformasikan bahwa gerakan massa yang menentang pembayaran tagihan listrik di Kashmir telah diberitakan oleh Wakil Presiden nasional RWF, Yasir Irshad. Tendensi Marxis Internasional (IMT) dan RWF berada di garis depan dan memprakarsai kampanye ini serta pembentukan Komite Aksi Awami di seluruh wilayah.

Gerakan ini menjadi begitu kuat sehingga lima juta orang kini menolak membayar tagihan listrik, dan pada bulan Oktober 2023, pemerintah provinsi terpaksa duduk dan bernegosiasi setelah ribuan perempuan turun ke jalan untuk melakukan protes. Hal ini sangat penting mengingat perempuan biasanya terpinggirkan dari ruang publik.

Baik Gilgit Baltistan maupun Balochistan saat ini merupakan wilayah yang paling tidak stabil karena pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan oleh Pakistan dan menjadi saksi protes yang menjadikannya lokasi ideal bagi sayap kiri yang dimanfaatkan oleh China.

Pada tahun 2023, beberapa laporan mengeklaim bahwa Punjabi di Pakistan berencana memberikan Gilgit Baltistan ke China untuk melunasi utangnya. Tujuan China adalah menggunakan gerakan terorganisir kiri di Gilgit Baltistan untuk mempersiapkan lingkungan pro-Komunis agar mereka dapat mengendalikan wilayah tersebut sebagai negara bagian proksi (proxy state).

Inilah Gilgit Baltistan baru yang disaksikan dunia. Sakariya mengatakan bahwa China sekali lagi terlihat sedang melakukan Long March, dan kali ini dengan tujuan “mengambil alih” Pakistan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Blak-blakan, Walkot...
Blak-blakan, Walkot New York Mamdani Sebut AS Bertanggung Jawab atas Genosida Gaza
Rekomendasi
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Kapolri Bertemu Direktur...
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Bahas Penguatan Kerja Sama Kejahatan Transnasional
Berita Terkini
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved