China Terindikasi Dukung Aksi Protes Menentang Pakistan di Gilgit Baltistan

Rabu, 07 Februari 2024 - 11:48 WIB
loading...
A A A
Protes tersebut dikatakan sebagai yang terbesar di kawasan tersebut, dengan slogan "Chalo, chalo Kargil chalo" yang tersebar di udara. Para pemimpin lokal memperingatkan pemerintah Pakistan akan terjadinya perang saudara, dan beberapa bahkan menuntut merger dengan India.

Saat ini, masyarakat Gilgit Baltistan dilanda tagihan listrik yang tinggi dan kenaikan harga bahan bakar. Selain itu, harga komoditas penting seperti gandum juga melonjak tinggi.

Narasi protes kemudian beralih ke pengangguran dan inflasi. Pada September 2023, Gilgit Baltistan menyaksikan protes besar-besaran di Skardu, Rondu dan Chilas yang menuntut diakhirinya pendudukan ilegal Pakistan. Bendera India juga dikibarkan setelah Islamabad mengirimkan ulama Sunni Punjabi untuk mengancam penduduk setempat.

Koridor Ekonomi China-Pakistan


Nepal Correspondence, dalam ulasannya di X, mengeklaim bahwa rencana China untuk mendapatkan kendali proksi atas Gilgit Baltistan merupakan perlawanan terhadap ISI Pakistan, yang telah lama berencana mengambil keuntungan penuh dari Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC).

Sakariya menjelaskan bahwa peta yang disiapkan oleh Gateway House menunjukkan investasi besar-besaran China di Gilgit Baltistan dan Pakistan secara keseluruhan. CPEC senilai USD46 miliar dimaksudkan untuk membawa perubahan besar bagi Pakistan, namun Angkatan Darat Pakistan telah mengeksploitasi China untuk mencapai tujuan mereka. Pakistan secara diam-diam membiarkan kelompok teror dalam negeri untuk menargetkan proyek tersebut dengan klaim melindungi proyek.

Lebih lanjut, Nepal Correspondence melaporkan bahwa rencana ISI Pakistan lainnya adalah menggunakan agen pengantin yang menikah dengan warga negara China. Khususnya, dari tahun 2015 hingga 2019, lebih dari 600 gadis Pakistan dijual sebagai pengantin kepada orang China, yang merupakan proyek ISI untuk menempatkan aset mereka di kamar tidur orang-orang penting di China.

Setelah Kementerian Keamanan Negara (MSS) China mengetahuinya, mereka menyiapkan rencana balasan untuk mengamankan investasinya di Gilgit Baltistan dan Balochistan. Salah satu langkahnya adalah dengan menekan pemerintah Pakistan agar mengizinkan badan keamanan swasta China terlibat dalam menjaga aset mereka di sepanjang CPEC.

Di Gilgit Baltistan, tutur Sakariya, kelompok kiri mulai mendukung agenda China. Ada dua hal yang memperjelas hal ini. Pertama, Front Pekerja Merah (RWF) mengambil kendali atas protes jalanan dan menjadikannya lebih terorganisir dan fokus pada isu-isu pemerintahan, sehingga secara langsung menargetkan pemerintah di Islamabad.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Rekomendasi
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved