Kabur dari Perang, 103 Pasukan Myanmar Lari ke Bangladesh
Selasa, 06 Februari 2024 - 09:23 WIB
loading...
A
A
A
Mereka adalah bagian dari aliansi tentara etnis minoritas yang melancarkan serangan pada bulan Oktober dan memperoleh wilayah strategis di timur laut Myanmar yang berbatasan dengan China.
Keberhasilannya dipandang sebagai kekalahan besar bagi pemerintahan militer, yang merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari 2021 dan kini terlibat dalam perang saudara yang luas.
Aliansi tersebut, yang disebut Aliansi Tiga Persaudaraan, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa Tentara Arakan telah menyerang dua pos perbatasan di Maungdaw di negara bagian Rakhine dan merebut salah satu dari keduanya pada hari Minggu.
Khaing Thukha, juru bicara Tentara Arakan, mengatakan bahwa pertempuran berlanjut pada hari Senin di pos terdepan kedua.
Bangladesh berbatasan dengan Myanmar sepanjang 271 kilometer (168 mil) dan menampung lebih dari 1 juta pengungsi Muslim Rohingya, banyak di antara mereka yang melarikan diri dari Myanmar yang mayoritas penduduknya beragama Buddha sejak Agustus 2017 ketika militer Myanmar melancarkan “operasi pembersihan” secara brutal sebagai respons atas serangan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak.
Keberhasilannya dipandang sebagai kekalahan besar bagi pemerintahan militer, yang merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari 2021 dan kini terlibat dalam perang saudara yang luas.
Aliansi tersebut, yang disebut Aliansi Tiga Persaudaraan, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa Tentara Arakan telah menyerang dua pos perbatasan di Maungdaw di negara bagian Rakhine dan merebut salah satu dari keduanya pada hari Minggu.
Khaing Thukha, juru bicara Tentara Arakan, mengatakan bahwa pertempuran berlanjut pada hari Senin di pos terdepan kedua.
Bangladesh berbatasan dengan Myanmar sepanjang 271 kilometer (168 mil) dan menampung lebih dari 1 juta pengungsi Muslim Rohingya, banyak di antara mereka yang melarikan diri dari Myanmar yang mayoritas penduduknya beragama Buddha sejak Agustus 2017 ketika militer Myanmar melancarkan “operasi pembersihan” secara brutal sebagai respons atas serangan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak.
(mas)
Lihat Juga :