Ini Bukti yang Menunjukkan AS Mendukung Kejahatan Perang yang Dilakukan Israel

Minggu, 04 Februari 2024 - 15:15 WIB
loading...
Ini Bukti yang Menunjukkan...
Israel terbukti melakukan kejahatan perang di Gaza. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) terus menegaskan bahwa mereka adalah sekutu sejati Israel . Itu berimbas dengan dengan citra AS sebagai pendukung kejahatan perang yang dilakukan Israel di Gaza.

Apa buktinya?

Undang-undang yang memberikan bantuan militer baru senilai USD17,6 miliar atau Rp276 triliun kepada Israel saat melancarkan perang melawan Hamas. Itu diumumkan pada Sabtu di Dewan Perwakilan Rakyat AS.

"UU pendanaan, yang diusulkan oleh panel Alokasi DPR, dapat dilakukan pemungutan suara di seluruh DPR pada minggu depan," kata Ketua Mike Johnson dalam suratnya kepada para anggota, dilansir Reuters.

DPR yang dikuasai Partai Republik sebelumnya telah menyetujui bantuan militer baru senilai USD14,3 miliar kepada Israel, namun dengan persyaratan bahwa bantuan tersebut harus dibayar dengan mengambil kembali sebagian besar dana yang telah ditargetkan untuk Internal Revenue Service AS.

Senat yang dikuasai Partai Demokrat menolak keras ketentuan tersebut dan diperkirakan akan mengungkap paket legislatif yang akan membantu Israel serta memberikan lebih banyak bantuan militer untuk Ukraina dalam perang melawan Rusia.

Baca Juga: Mengapa Israel Ingin Melemahkan UNRWA?

RUU Senat yang sama juga diperkirakan berisi proposal untuk memperkuat keamanan di sepanjang perbatasan selatan AS dengan Meksiko.

Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer telah mengambil langkah-langkah untuk memulai perdebatan mengenai RUU multi-cabang tersebut minggu depan, dengan pemungutan suara prosedural pertama selambat-lambatnya pada hari Rabu.

Menurut Komite Alokasi DPR, dana sebesar USD17,6 miliar itu akan mencakup dana untuk membantu mengisi kembali sistem pertahanan rudal Israel, pengadaan sistem senjata canggih tambahan, dan memproduksi artileri serta amunisi lainnya.

Sebagian dari dana tersebut juga akan digunakan untuk mengisi kembali persenjataan AS yang diberikan kepada Israel setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober.

“Kebutuhan untuk mendukung sekutu terdekat kita dan kekuatan kita sendiri di kawasan ini sangat mendesak,” kata Johnson dalam suratnya kepada rekan-rekannya.

Tidak jelas apakah anggota DPR dari sayap kanan akan menolak keras pendanaan untuk Israel tanpa jumlah penghematan yang sama di bagian lain anggaran.

Anggota DPR dari Partai Republik bersikeras bahwa setiap bantuan baru ke Ukraina harus disertai dengan kontrol perbatasan AS yang lebih ketat pada saat jumlah imigran yang mencoba memasuki Amerika mencapai rekor tertinggi. Meskipun Senat berencana melakukan hal tersebut, Johnson telah mengatakan bahwa paket keamanan perbatasan yang akan diumumkan di Senat tidaklah cukup.

Sebelum bantuan militer baru ke Israel atau Ukraina dapat disalurkan, DPR dan Senat harus meloloskan rancangan undang-undang yang sama sebelum mengirimkannya ke Presiden Joe Biden, seorang Demokrat, untuk ditandatangani menjadi undang-undang.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved