Anjing Perang Pejuang Gaza Kalahkan Unit Anjing Tentara Israel

Minggu, 04 Februari 2024 - 09:22 WIB
loading...
Anjing Perang Pejuang...
Unit anjing Israel terlibat aktif dalam operasi militer rezim kolonial Zionis. Foto/idf
A A A
GAZA - Di tengah meluasnya kritik terhadap kekejaman militer Israel terhadap hewan di Jalur Gaza, surat kabar Israel Yedioth Ahronoth menerbitkan laporan tentang anjing-anjing besar Perlawanan Palestina.

Surat kabar berbahasa Ibrani Israel Yedioth Ahronoth mengungkapkan kegagalan anjing-anjing yang dilatih di unit 'Oketz' tentara Israel dalam menghadapi anjing-anjing besar yang digunakan Perlawanan Palestina di Jalur Gaza.

Klaim Israel belum terverifikasi karena warga Palestina tidak diketahui menggunakan anjing dalam perang melawan pasukan Israel.

Lebih Banyak Anjing


Surat kabar Israel mengatakan dalam laporannya yang diterbitkan Rabu lalu (31/1/2024) bahwa Kementerian Pertahanan Israel kini telah memulai proses pembelian anjing terlatih dari Eropa untuk digunakan dalam perang Gaza setelah anjing-anjing dari unit Oketz gagal menjalankan tugasnya dengan sukses.



Alasan di balik kegagalan mereka, menurut militer Israel, adalah klaim bahwa mereka diserang oleh anjing-anjing besar yang diduga digunakan Hamas dalam perang tersebut.

Menurut surat kabar tersebut, direktur pengadaan di Kementerian Pertahanan Israel telah memulai prosesnya, yang akan dimulai dengan memperoleh anjing terlatih, sebagian besar ras Malino, dari Belanda dan Jerman.

Anjing-anjing baru tersebut diperkirakan akan tiba dalam beberapa bulan mendatang.

Tewas dalam Perang


Militer Israel juga mencari pemasok anjing pendeteksi bahan peledak, anjing penyelamat, dan anjing penyerang dari negara lain.

Delegasi Israel saat ini sedang menuju ke Eropa untuk mempromosikan langkah tersebut dan memilih anjing terbaik.

Menurut surat kabar tersebut, anjing-anjing unit Oketz banyak membantu “tentara dalam mengidentifikasi daerah berbahaya di mana para pejuang bersembunyi, atau di mana mereka menanam senjata dan roket, dan dalam banyak kasus, anjing-anjing tersebut dibunuh ketika melakukan tugas-tugas rumit di gedung-gedung yang dibangun di daerah yang berbahaya.”

Tentu saja, tentara Israel mengirim anjing-anjingnya jauh ke dalam terowongan Perlawanan karena takut mereka akan dijebak.

Surat kabar tersebut mengakui sejauh ini 17 anjing operasional telah terbunuh dalam pertempuran sengit.

Laporan tersebut juga mengklaim agen Hamas membiarkan anjing-anjing besar tersebut dirantai di dalam rumah yang menjadi sasaran untuk menakut-nakuti dan menyesatkan anjing-anjing tentara.



Ribuan hewan Palestina telah dibunuh militer Israel, atau ditembak oleh tentara. Mereka termasuk hewan peliharaan di rumah, hewan liar, dan bahkan hewan kebun binatang.

Ribuan anjing dan kucing juga menjadi tunawisma ketika pemiliknya dibunuh atau terpaksa mengungsi untuk mencari keselamatan dari bom Israel.

Hal ini dapat menjelaskan mengapa banyak anjing dibiarkan dirantai, terutama di wilayah utara, di mana Israel menggunakan api untuk menghancurkan seluruh lingkungan, seringkali beserta penghuninya.

Oketz Berarti Menggigit


“Ada kejadian tidak biasa yang mungkin menghambat kerja anjing-anjing unit Oketz, yang dikirim ke tempat kejadian untuk memastikan tidak ada alat peledak rakitan atau orang-orang bersenjata yang menyergap tentara,” ungkap sumber militer pada Yedioth Ahronoth.

“Anjing-anjing di unit Oketz sangat ahli dalam mengabaikan kebisingan, peluru, dan kehadiran hewan lain, seperti kucing dan anjing, tetapi dalam situasi seperti itu, anjing-anjing besar di Gaza mungkin mencoba menyerang anjing-anjing di unit tersebut dan dengan demikian menghalangi mereka bekerja,” papar sumber itu.

Surat kabar tersebut mengklaim anjing-anjing terlatih tersebut menemukan setidaknya 160 lokasi bahan peledak di Jalur Gaza dan mereka membantu menangkap puluhan anggota Hamas.

Klaim tersebut tidak dapat diverifikasi oleh sumber independen.

'Oketz' berarti 'gigitan' atau 'nahash' dalam bahasa Ibrani, dan merupakan unit militer Brigade Operasi Khusus Marom di tentara kolonial Israel. Ini dianggap sebagai salah satu unit anjing terlatih terbaik di dunia.

Didirikan pada tahun 1974 di pangkalan Sirkin, unit Oketz dimulai dengan hanya 11 anjing yang direkrut sebelum kemudian berkembang menjadi ratusan ekor.

Pekerjaan unit ini dimulai secara sembunyi-sembunyi pada tahun tujuh puluhan dan delapan puluhan sebelum diumumkan secara resmi pada tahun 1988, setelah operasi di Lebanon selatan.

Menurut laporan Israel, anak anjing dari anjing yang berasal dari peternakan khusus dari Belgia dan Jerman dibawa masuk pada usia tidak lebih dari 6 bulan, kemudian setelah dievaluasi oleh para ahli, mereka dibeli dengan harga sekitar USD10,000 atau USD15,000 per anak anjing.

Anak-anak anjing tersebut menjalani kursus rehabilitasi dengan tujuan meningkatkan penggunaan indera penciuman selama satu tahun, selain menerima vaksin yang diperlukan sebelum mulai bekerja selama satu tahun lagi dengan cabang pasukan khusus di tentara penjajah, seperti 'Dovdovan' dan 'Al-Igoz', sebagai persiapan untuk dimasukkan ke Oketz.

Baca juga: Iran: Serangan AS di Timur Tengah adalah Kesalahan Strategis
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Berita Terkini
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved