Iran: Serangan AS di Timur Tengah adalah Kesalahan Strategis

Minggu, 04 Februari 2024 - 06:40 WIB
loading...
Iran: Serangan AS di...
AS menyerang gudang senjata di Suriah timur pada 8 November 2023. Foto/AP
A A A
TEHERAN - Amerika Serikat (AS) telah membuat kesalahan besar dengan menyerang sasaran di Irak dan Suriah, karena hal itu hanya akan semakin mengobarkan ketegangan di kawasan yang sudah bergejolak.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Nasser Kanaani menegaskan itu dalam pernyataannya pada Sabtu (3/2/2024).

Kanaani mengutuk serangan udara AS terhadap kelompok pejuang di kedua negara tersebut.

Para pejabat Amerika mengatakan serangan-serangan itu menargetkan kelompok-kelompok yang terkait dengan Pasukan Quds Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, unit rahasia elit yang mengkhususkan diri dalam operasi luar negeri.

Menurut pejabat AS, aksi itu terjadi sebagai tanggapan atas serangan sebelumnya terhadap pos militer AS di Yordania yang menewaskan tiga anggota militer dan puluhan personel luka-luka.

Juru bicara Kemlu Iran bersikeras Washington telah melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Irak dan Suriah.

Dia menyebut, “Keputusan tersebut suatu petualangan dan kesalahan strategis yang dilakukan pemerintah Amerika, yang tidak akan menghasilkan apa-apa selain peningkatan ketegangan dan ketidakstabilan di kawasan.”

Baca juga: Presiden Iran Sampaikan Peringatan Keras Jelang Serangan Balas Dendam AS

Dia juga menekankan dengan melancarkan serangan, AS membantu Israel, yang sedang berkonflik dengan kelompok bersenjata Palestina Hamas di Gaza.

Kelompok pejuang Hamas memiliki hubungan dekat dengan Teheran, dan menyerang negara Zionis tersebut pada awal Oktober.

Rezim kolonial Israel kemudian melancarkan genosida di Gaza yang membunuh lebih dari 27.000 warga Palestina, dan menciptakan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kanaani menambahkan, “Akar penyebab krisis di kawasan saat ini adalah pendudukan rezim Israel dan operasinya di Gaza, serta genosida terhadap warga Palestina dengan dukungan tak terbatas dari Amerika Serikat.”

Namun, juru bicara tersebut tidak menanggapi klaim AS bahwa mereka telah menyerang kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Iran.

Teheran sebelumnya menyatakan kelompok regional yang menyerang fasilitas militer Amerika bertindak secara independen dan bukan atas perintah Iran.

Pada Jumat, saat mengomentari gelombang baru serangan udara AS di kawasan tersebut, Presiden AS Joe Biden menekankan, “AS tidak mencari konflik di Timur Tengah atau di mana pun di dunia” tetapi memperingatkan akan adanya pembalasan terhadap mereka yang merugikan orang Amerika.

Pejabat senior AS juga mengatakan mereka tidak ingin konflik dengan Iran.

Sebelum tindakan AS, Presiden Iran Ebrahim Raisi juga mengatakan Teheran “tidak akan menjadi pemrakarsa perang apa pun,” namun berjanji “menanggapi dengan tegas” siapa pun yang mencoba menekan negaranya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved