Duduk Perkara Korsel Tuduh Insinyur Indonesia Hendak Curi Teknologi Jet Tempur KF-21
Sabtu, 03 Februari 2024 - 11:04 WIB
loading...
Pihak berwenang Korea Selatan selidiki insinyur Indonesia atas tuduhan berupaya mencuri teknologi jet tempur KF-21. Foto/News1
A
A
A
SEOUL - Dua insinyur Indonesia sedang diperiksa atas tuduhan berupaya mencuri teknologi yang terkait dengan jet tempur multiperan canggih KF-21.
Hal itu disampaikan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan (Korsel) pada hari Jumat.
KF-21 merupakan jet tempur hasil proyek patungan Korsel dan Indonesia. Oleh Indonesia, pesawat itu dinamai IF-21.
Menurut DAPA, para insinyur tersebut ditugaskan untuk mengerjakan proyek KF-21 di Korea Aerospace Industries (KAI), satu-satunya produsen pesawat di negara tersebut.
Baca Juga: UEA Ingin Gabung Program Jet Tempur KF-21 Korsel, Gantikan Posisi Indonesia
DAPA mengatakan para insinyur diduga mencoba menyimpan data rahasia dari proyek KF-21 pada perangkat USB. Mereka saat ini dilarang meninggalkan Korea.
“Investigasi bersama oleh lembaga terkait, termasuk Badan Intelijen Nasional, saat ini sedang berlangsung untuk mengklarifikasi rincian mengenai dugaan pencurian teknologi oleh warga Indonesia,” kata seorang pejabat DAPA kepada wartawan, seperti dikutip dari Korea JoongAng Daily, Sabtu (3/2/2024).
Hal itu disampaikan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan (Korsel) pada hari Jumat.
KF-21 merupakan jet tempur hasil proyek patungan Korsel dan Indonesia. Oleh Indonesia, pesawat itu dinamai IF-21.
Menurut DAPA, para insinyur tersebut ditugaskan untuk mengerjakan proyek KF-21 di Korea Aerospace Industries (KAI), satu-satunya produsen pesawat di negara tersebut.
Baca Juga: UEA Ingin Gabung Program Jet Tempur KF-21 Korsel, Gantikan Posisi Indonesia
DAPA mengatakan para insinyur diduga mencoba menyimpan data rahasia dari proyek KF-21 pada perangkat USB. Mereka saat ini dilarang meninggalkan Korea.
“Investigasi bersama oleh lembaga terkait, termasuk Badan Intelijen Nasional, saat ini sedang berlangsung untuk mengklarifikasi rincian mengenai dugaan pencurian teknologi oleh warga Indonesia,” kata seorang pejabat DAPA kepada wartawan, seperti dikutip dari Korea JoongAng Daily, Sabtu (3/2/2024).
Lihat Juga :