Geger, Zelensky Akan Pecat Panglima Militer Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia

Kamis, 01 Februari 2024 - 12:20 WIB
loading...
Geger, Zelensky Akan...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan memecat Panglima Militer Jenderal Valery Zaluzhny di tengah perang melawan Rusia. Foto/REUTERS
A A A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada Panglima Militer Jenderal Valery Zaluzhny bahwa dia memecatnya dalam sebuah pertemuan pada hari Senin.

Itu diungkap seorang pejabat senior yang mengetahui percakapan tersebut. Jika terjadi, itu akan menjadi sebuah perombakan militer yang mengganggu di tengah perang Ukraina melawan Rusia.

Zelensky dan Jenderal Zaluzhny memang telah berseteru selama berbulan-bulan, dan pemecatan tersebut—jika dilakukan—akan menjadi puncak perselisihan mereka

Zaluzhny masih memegang jabatannya untuk saat ini, namun keputusan resmi presiden diperkirakan akan mengonfirmasi pemecatannya setelah dua tahun invasi Rusia dan ketika pasukan Moskow mendapatkan inisiatif strategis di beberapa wilayah garis depan.

Baca Juga: Putin: Pesawat Rusia Pembawa 65 Tawanan Ukraina Ditembak Rudal Patriot AS, Itu Fakta

Pada hari Senin, juru bicara Zelensky, Serhiy Nykyforov, membantah bahwa Jenderal Zaluzhny telah dipecat.

“Tidak ada topik pembicaraan,” kata Nykyforov kepada wartawan. “Tidak ada perintah. Presiden tidak memecat Panglima."

Nykyforov pada hari Rabu (31/1/2024) tidak segera membalas pesan dari The Washington Post yang meminta komentar terbaru.

Masih belum jelas apakah komandan baru mana pun akan mampu memperbaiki situasi sulit Ukraina di medan perang tanpa penambahan pasukan dan senjata secara signifikan—persis seperti yang dituntut Jenderal Zaluzhny dari Zelensky, sehingga menambah ketegangan pada hubungan mereka yang sudah memburuk.

Popularitas Zaluzhny—baik di kalangan militer maupun di kalangan warga biasa—menjadikan pemecatannya sebagai pertaruhan politik bagi Zelensky. Hal ini juga menimbulkan risiko strategis pada saat Rusia semakin meningkatkan serangannya dan bantuan keamanan Barat untuk Kyiv melambat.

Jenderal tersebut telah membangun hubungan yang kuat dengan rekan-rekannya di Barat dan seringkali mampu melakukan advokasi secara langsung untuk materiil tertentu dan mencari nasihat mengenai strategi medan perang.

Tidak jelas apakah Zelensky dan timnya telah merencanakan pemecatan itu terjadi minggu ini sebelum rincian pertemuan hari Senin itu bocor ke beberapa media dan saluran di aplikasi media sosial Telegram. Namun ketegangan antara kedua petinggi Ukraina tersebut telah meningkat selama berbulan-bulan.

Serangan balasan Ukraina yang sangat dinanti-nantikan tahun lalu, menggunakan tentara yang dilatih oleh sekutu NATO dan dengan senjata dan peralatan Barat, hanya berhasil merebut kembali sedikit wilayah dan jauh dari harapan.

Zaluzhny dan rekan-rekan Amerika sangat tidak setuju mengenai taktik, dan komandan Ukraina tersebut pada akhirnya mengabaikan nasihat Amerika Serikat (AS) untuk memusatkan pasukannya, yang dia yakini dapat menyebabkan lebih banyak korban jiwa.

Dalam percakapan mereka pada hari Senin, Zelensky mengatakan kepada Zaluzhny bahwa warga Ukraina sudah bosan dengan perang dan bahwa para pendukung negara tersebut juga memperlambat bantuan militer, jadi mungkin komandan baru akan memulihkan situasi, kata orang yang mengetahui percakapan mereka.

Dua orang berbicara tentang pertemuan tersebut dengan syarat anonimitas untuk berterus terang mengenai situasi yang sangat sensitif dengan implikasi yang tidak dapat diprediksi terhadap perang dan keamanan Ukraina.

Anggota senior staf Zaluzhny juga diperkirakan akan diberhentikan, kata salah satu sumber.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Dahsyatnya Gempa M7,8...
Dahsyatnya Gempa M7,8 di Filipina, Dasar Laut Terangkat 2 Meter Terumbu Karang Menyembul
Rekomendasi
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
Titik-titik Demo di...
Titik-titik Demo di Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Cari Jalur Alternatif
Berita Terkini
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved