Geger, Zelensky Akan Pecat Panglima Militer Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Kamis, 01 Februari 2024 - 12:20 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pertemuan hari Senin, perbedaan pendapat di antara kedua pejabat tinggi itu memuncak karena ketidaksepakatan mengenai berapa banyak tentara yang perlu dimobilisasi Ukraina tahun ini, menurut dua orang yang mengetahui percakapan mereka.
Kedua sumber itu mengatakan Zaluzhny mengusulkan untuk memobilisasi hampir 500.000 tentara, angka yang dianggap tidak praktis oleh Zelensky mengingat kelangkaan seragam, senjata dan fasilitas pelatihan serta potensi tantangan terkait perekrutan.
Zelensky juga mengatakan secara terbuka bahwa Ukraina kekurangan dana untuk membayar begitu banyak wajib militer baru.
Zaluzhny menjawab bahwa Ukraina sudah kekurangan pasukan karena banyaknya korban jiwa dan perlu menambah 400.000 tentara baru yang rencananya akan dimobilisasi Rusia, imbuh seseorang sumber.
Andrii, wakil komandan batalion militer Ukraina, mengecam pemecatan Jenderal Zaluzhny. Andrii, seperti tentara lainnya, diidentifikasi hanya dengan nama depannya karena dia tidak berwenang berbicara di depan umum.
"Zaluzhny memiliki pemikiran yang masuk akal mengenai mobilisasi,” kata Andrii. “Orang-orang berkata, 'Kami tidak membutuhkan mobilisasi; semuanya baik-baik saja di sana', namun ternyata tidak...di sini. Mereka tidak tahu apa yang terjadi di sini.”
Belum jelas siapa yang akan menggantikan Zaluzhny yang berusia 50 tahun jika benar-benar dipecat sebagai Panglima Militer Ukraina.
Salah satu kandidat utama adalah kepala intelijen militer Ukraina, Letnan Jenderal Kyrylo Budanov yang berusia 38 tahun. Penunjukannya berpotensi menandakan pergerakan menuju taktik asimetris—seperti serangan pesawat tak berawak jauh ke wilayah Rusia yang sering diperintahkan Budanov—dalam perang di mana garis depan hanya mengalami sedikit perubahan selama lebih dari setahun.
Namun Budanov, yang berlatar belakang pasukan khusus, tidak memiliki pengalaman sebagai komandan tentara.
Pilihan lainnya adalah Kolonel Jenderal Oleksandr Syrsky, komandan pasukan darat Ukraina berusia 58 tahun, yang berjasa memimpin pertahanan Kyiv pada bulan pertama perang dan kemudian mengatur serangan balasan yang sukses di wilayah timur laut Kharkiv pada tahun Musim gugur 2022. Namun di antara prajurit biasa, Syrsky sangat tidak disukai karena dianggap oleh banyak orang sebagai komandan gaya Soviet yang terlalu lama membiarkan pasukannya diserang di kota timur Bakhmut ketika Ukraina seharusnya mundur.
Baik Budanov dan Syrsky dianggap favorit Zelensky dan Andriy Yermak, kepala kantor kepresidenan dan penasihat terdekat Zelensky. Namun, di wilayah yang lebih dekat, nampaknya tidak ada keinginan untuk melakukan perombakan.
“Pendapat pribadi saya adalah Anda tidak dapat melakukan hal seperti ini saat ini—Zaluzhny adalah seseorang yang 80 persen militer anggap sebagai otoritas yang baik,” kata Oleksandr, seorang komandan batalion yang bertempur di Ukraina timur.
“Untuk apa dia disingkirkan? Itu tidak jelas. Dan siapa yang akan menggantikannya? Syrsky? Ya Tuhan, kuharap tidak. Tidak ada seorang pun di militer yang menyukai Syrsky,” imbuh Oleksandr.
Zaluzhny ditawari jabatan lain tetapi ditolak, dan berencana pensiun dari militer, menurut seorang pejabat senior Ukraina Saat dihubungi TheWashington Post.
Zaluzhny sejauh ini menolak berkomentar.
Untuk saat ini, dia masih menduduki jabatan puncak militer Ukraina, dan perintah resmi untuk memecatnya mungkin tertunda.
Tahun lalu, ketua faksi Zelensky di parlemen mengumumkan bahwa Oleksii Reznikov, yang saat itu menjabat sebagai menteri pertahanan, akan digulingkan, namun Reznikov tetap menjabat selama berbulan-bulan sebelum akhirnya dicopot.
Kedua sumber itu mengatakan Zaluzhny mengusulkan untuk memobilisasi hampir 500.000 tentara, angka yang dianggap tidak praktis oleh Zelensky mengingat kelangkaan seragam, senjata dan fasilitas pelatihan serta potensi tantangan terkait perekrutan.
Zelensky juga mengatakan secara terbuka bahwa Ukraina kekurangan dana untuk membayar begitu banyak wajib militer baru.
Zaluzhny menjawab bahwa Ukraina sudah kekurangan pasukan karena banyaknya korban jiwa dan perlu menambah 400.000 tentara baru yang rencananya akan dimobilisasi Rusia, imbuh seseorang sumber.
Andrii, wakil komandan batalion militer Ukraina, mengecam pemecatan Jenderal Zaluzhny. Andrii, seperti tentara lainnya, diidentifikasi hanya dengan nama depannya karena dia tidak berwenang berbicara di depan umum.
"Zaluzhny memiliki pemikiran yang masuk akal mengenai mobilisasi,” kata Andrii. “Orang-orang berkata, 'Kami tidak membutuhkan mobilisasi; semuanya baik-baik saja di sana', namun ternyata tidak...di sini. Mereka tidak tahu apa yang terjadi di sini.”
Belum jelas siapa yang akan menggantikan Zaluzhny yang berusia 50 tahun jika benar-benar dipecat sebagai Panglima Militer Ukraina.
Salah satu kandidat utama adalah kepala intelijen militer Ukraina, Letnan Jenderal Kyrylo Budanov yang berusia 38 tahun. Penunjukannya berpotensi menandakan pergerakan menuju taktik asimetris—seperti serangan pesawat tak berawak jauh ke wilayah Rusia yang sering diperintahkan Budanov—dalam perang di mana garis depan hanya mengalami sedikit perubahan selama lebih dari setahun.
Namun Budanov, yang berlatar belakang pasukan khusus, tidak memiliki pengalaman sebagai komandan tentara.
Pilihan lainnya adalah Kolonel Jenderal Oleksandr Syrsky, komandan pasukan darat Ukraina berusia 58 tahun, yang berjasa memimpin pertahanan Kyiv pada bulan pertama perang dan kemudian mengatur serangan balasan yang sukses di wilayah timur laut Kharkiv pada tahun Musim gugur 2022. Namun di antara prajurit biasa, Syrsky sangat tidak disukai karena dianggap oleh banyak orang sebagai komandan gaya Soviet yang terlalu lama membiarkan pasukannya diserang di kota timur Bakhmut ketika Ukraina seharusnya mundur.
Baik Budanov dan Syrsky dianggap favorit Zelensky dan Andriy Yermak, kepala kantor kepresidenan dan penasihat terdekat Zelensky. Namun, di wilayah yang lebih dekat, nampaknya tidak ada keinginan untuk melakukan perombakan.
“Pendapat pribadi saya adalah Anda tidak dapat melakukan hal seperti ini saat ini—Zaluzhny adalah seseorang yang 80 persen militer anggap sebagai otoritas yang baik,” kata Oleksandr, seorang komandan batalion yang bertempur di Ukraina timur.
“Untuk apa dia disingkirkan? Itu tidak jelas. Dan siapa yang akan menggantikannya? Syrsky? Ya Tuhan, kuharap tidak. Tidak ada seorang pun di militer yang menyukai Syrsky,” imbuh Oleksandr.
Zaluzhny ditawari jabatan lain tetapi ditolak, dan berencana pensiun dari militer, menurut seorang pejabat senior Ukraina Saat dihubungi TheWashington Post.
Zaluzhny sejauh ini menolak berkomentar.
Untuk saat ini, dia masih menduduki jabatan puncak militer Ukraina, dan perintah resmi untuk memecatnya mungkin tertunda.
Tahun lalu, ketua faksi Zelensky di parlemen mengumumkan bahwa Oleksii Reznikov, yang saat itu menjabat sebagai menteri pertahanan, akan digulingkan, namun Reznikov tetap menjabat selama berbulan-bulan sebelum akhirnya dicopot.
Lihat Juga :