Tentara Bayaran Prancis di Ukraina Ledek Rusia: Saya Sudah Mati 2 Kali
Minggu, 28 Januari 2024 - 13:21 WIB
loading...
Seorang tentara bayaran Prancis meledek Rusia setelah dirinya dua kali diklaim telah tewas dalam perang di Ukraina. Foto/REUTERS
A
A
A
KYIV - Frank, salah satu tentara bayaran Prancis yang berperang membela Kyiv, tertawa menyeringai ketika Rusia mengeklaim dirinya termasuk dari puluhan tentara bayaran asing yang tewas di Ukraina.
Frank, yang menolak memberikan nama lengkapnya, mengatakan klaim kematian itu telah dia terima dua kali sepanjang dirinya bertempur di Ukraina.
“Sejauh menyangkut pihak Rusia, saya sudah mati dua kali,” katanya.
Kementerian Pertahanan Rusia, tanpa memberikan bukti, mengeklaim serangan malam minggu lalu di Kharkiv, timur laut Ukraina, telah melenyapkan sekitar 60 serdadu—yang sebagian besar merupakan warga negara Prancis. Menurut kementerian itu, sekitar 20 orang lainnya terluka.
Baca Juga: Negara NATO Ini Tolak Seruan Jenderal Inggris untuk Bersiap Perang Melawan Rusia
“Untungnya bukan kematian serius karena saya hidup kembali,” canda pria Prancis bertubuh kekar itu, yang berbicara kepada AFP dari garis depan di Ukraina, tempat dia bertempur di Legiun Internasional.
Beberapa daftar—termasuk satu yang dikatakan mengungkap identitas sekitar 30 tentara bayaran Prancis yang tewas—telah dibagikan secara besar-besaran di media sosial oleh saluran Telegram Kremlin dan aktivis pro-Kremlin.
Nama-nama tersebut termasuk Franck, yang telah dinyatakan meninggal oleh media Rusia dalam video tahun 2022 yang dilihat oleh AFP.
“Saya kehilangan kamera Go-pro saya di sebuah parit di wilayah Zaporizhzhia,” katanya kepada AFP tanpa menutupi wajahnya, tapi nama lengkapnya dirahasiakan demi alasan keamanan.
"Mereka mencampurkan foto-foto saya dengan gambar mayat untuk mengatakan bahwa seluruh kelompok saya telah meninggal," ujarnya, yang dilansir Minggu (28/1/2024).
Paris menuduh Moskow menyebarkan disinformasi tentang Prancis.
AFP juga berbicara dengan dua warga negara Prancis lainnya yang masuk dalam daftar tentara bayaran yang diklaim tewas.
Ketiga veteran tentara Prancis tersebut membantah berada di Kharkiv selama serangan Rusia pekan lalu. Mereka juga menolak disebut sebagai tentara bayaran.
Mereka mengeklaim telah menjadi sasaran propaganda yang dirancang untuk merusak kredibilitas mereka sebagai sukarelawan yang berperang bersama tentara Ukraina.
Beranger Minaud, yang bertemu langsung dengan AFP pada Kamis di Prancis timur, mengatakan dia meninggalkan Ukraina pada September 2023 setelah terluka.
Frank, yang menolak memberikan nama lengkapnya, mengatakan klaim kematian itu telah dia terima dua kali sepanjang dirinya bertempur di Ukraina.
“Sejauh menyangkut pihak Rusia, saya sudah mati dua kali,” katanya.
Kementerian Pertahanan Rusia, tanpa memberikan bukti, mengeklaim serangan malam minggu lalu di Kharkiv, timur laut Ukraina, telah melenyapkan sekitar 60 serdadu—yang sebagian besar merupakan warga negara Prancis. Menurut kementerian itu, sekitar 20 orang lainnya terluka.
Baca Juga: Negara NATO Ini Tolak Seruan Jenderal Inggris untuk Bersiap Perang Melawan Rusia
“Untungnya bukan kematian serius karena saya hidup kembali,” canda pria Prancis bertubuh kekar itu, yang berbicara kepada AFP dari garis depan di Ukraina, tempat dia bertempur di Legiun Internasional.
Beberapa daftar—termasuk satu yang dikatakan mengungkap identitas sekitar 30 tentara bayaran Prancis yang tewas—telah dibagikan secara besar-besaran di media sosial oleh saluran Telegram Kremlin dan aktivis pro-Kremlin.
Nama-nama tersebut termasuk Franck, yang telah dinyatakan meninggal oleh media Rusia dalam video tahun 2022 yang dilihat oleh AFP.
“Saya kehilangan kamera Go-pro saya di sebuah parit di wilayah Zaporizhzhia,” katanya kepada AFP tanpa menutupi wajahnya, tapi nama lengkapnya dirahasiakan demi alasan keamanan.
"Mereka mencampurkan foto-foto saya dengan gambar mayat untuk mengatakan bahwa seluruh kelompok saya telah meninggal," ujarnya, yang dilansir Minggu (28/1/2024).
Paris menuduh Moskow menyebarkan disinformasi tentang Prancis.
AFP juga berbicara dengan dua warga negara Prancis lainnya yang masuk dalam daftar tentara bayaran yang diklaim tewas.
Ketiga veteran tentara Prancis tersebut membantah berada di Kharkiv selama serangan Rusia pekan lalu. Mereka juga menolak disebut sebagai tentara bayaran.
Mereka mengeklaim telah menjadi sasaran propaganda yang dirancang untuk merusak kredibilitas mereka sebagai sukarelawan yang berperang bersama tentara Ukraina.
Beranger Minaud, yang bertemu langsung dengan AFP pada Kamis di Prancis timur, mengatakan dia meninggalkan Ukraina pada September 2023 setelah terluka.
Lihat Juga :