Kurang Tertarik Isu Politik, Generasi Muda Jepang Lebih Pilih Golput
Jum'at, 26 Januari 2024 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, partisipasi masyarakat—terutama generasi muda—terhadap pemilihan umum kurang dari 40 persen. Sisanya memilih untuk golput, sebuah masalah serius bagi pemerintah Jepang.
Golput adalah akronim untuk golongan putih dalam politik, yang berarti memilih untuk tidak memilih.
"Golput didominasi generasi muda, angka persentase keikutsertaan penduduk dalam pemilu sekitar 30 persen untuk calon kepala badan otonom, gubernur metropolitan Tokyo. Sehingga terjadi krisis kepercayaan terhadap politik," kata Haruo, yang berprofesi sebagai jurnalis selama 40 tahun.
Oleh karena itu, kata Haruo, peran media sangat penting untuk memberikan informasi kepada publik. Terutama menyajikan berita yang sesuai dengan fakta agar dapat dipercaya oleh masyarakat.
"Dengan demikian, media massa mempunyai peran agar bisa meningkatkan angka partisipasi atau suara rakyat dalam pemilihan," katanya.
Golput adalah akronim untuk golongan putih dalam politik, yang berarti memilih untuk tidak memilih.
"Golput didominasi generasi muda, angka persentase keikutsertaan penduduk dalam pemilu sekitar 30 persen untuk calon kepala badan otonom, gubernur metropolitan Tokyo. Sehingga terjadi krisis kepercayaan terhadap politik," kata Haruo, yang berprofesi sebagai jurnalis selama 40 tahun.
Oleh karena itu, kata Haruo, peran media sangat penting untuk memberikan informasi kepada publik. Terutama menyajikan berita yang sesuai dengan fakta agar dapat dipercaya oleh masyarakat.
"Dengan demikian, media massa mempunyai peran agar bisa meningkatkan angka partisipasi atau suara rakyat dalam pemilihan," katanya.
(mas)
Lihat Juga :