Laju Donald Trump Makin Mulus setelah Menang Pemilu Pendahuluan di New Hampshire

Rabu, 24 Januari 2024 - 14:36 WIB
loading...
Laju Donald Trump Makin...
Mantan Presiden AS Donald Trump makin kuat untuk mendapatkan nominasi capres dari Partai Republik. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Donald Trump melaju menuju kemenangan dalam pemilihan presiden Partai Republik di New Hampshire pada Selasa (23/1/2024). Itu akan mendekati pertandingan ulang pada bulan November dengan Presiden Partai Demokrat Joe Biden.

Satu-satunya saingannya yang tersisa, mantan Duta Besar AS Nikki Haley, bersumpah untuk maju terus.

“Perlombaan ini masih jauh dari selesai,” kata Haley, dilansir Reuters. Dia menantang Trump untuk berdebat dengannya. "Saya seorang pejuang. Dan saya suka berkelahi. Dan sekarang kamilah yang terakhir berdiri di samping Donald Trump."

Di pestanya sendiri di Nashua, Trump membuka pidatonya dengan mengejek Haley, menyebutnya sebagai "penipu" dan mengatakan, "Dia berpidato seolah-olah dia menang. Dia tidak menang. Dia kalah... Dia punya malam yang sangat buruk."

Ucapannya menyusul serangkaian postingan kemarahan di aplikasi Truth Social miliknya, yang mengecamnya sebagai "DELUSIONAL". Dengan 57% dari perkiraan suara yang dihitung, menurut Edison Research, Trump unggul 54,4% berbanding 43,6%.

Haley berharap kader pemilih independen yang cukup besar di negara bagian Northeastern itu akan membawanya meraih kemenangan yang mungkin akan melonggarkan cengkeraman kuat Trump terhadap Partai Republik.

Sebaliknya, Trump menjadi anggota Partai Republik pertama yang meraih suara kompetitif di Iowa – tempat ia menang dengan selisih rekor delapan hari lalu – dan New Hampshire sejak tahun 1976, ketika kedua negara bagian tersebut mengukuhkan status mereka sebagai negara bagian yang pertama kali mencalonkan diri.

Baca Juga: Pemilu Pendahuluan Partai Republik Memanas, Nikki Haley Kritik Donald Trump
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Berita Terkini
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved