Pemilu Pendahuluan Partai Republik Memanas, Nikki Haley Kritik Donald Trump
Minggu, 21 Januari 2024 - 17:17 WIB
loading...
Nikki Haley tuding Donald Trump memiliki gangguan kejiwaan. Foto/Reuters
A
A
A
WASHINGTON - Kandidat presiden dari Partai Republik Nikki Haley pada hari Sabtu mempertanyakan kebugaran mental Donald Trump setelah dia tampak membingungkannya dengan mantan Ketua DPR Nancy Pelosi ketika berbicara tentang serangan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021.
“Tadi malam, Trump menghadiri rapat umum dan dia terus-menerus menyebut saya beberapa kali tentang mengapa saya tidak menjaga keamanan selama kerusuhan Capitol. Mengapa saya tidak menangani 6 Januari dengan lebih baik. Saya bahkan tidak berada di DC pada 6 Januari. Saya tidak berada di kantor saat itu,” kata Haley, dilansir CNN.
“Mereka bilang dia bingung. Bahwa dia sedang membicarakan hal lain. Bahwa dia sedang berbicara tentang Nancy Pelosi. Dia menyebut saya berkali-kali dalam skenario itu,” tambah mantan gubernur Carolina Selatan itu.
Haley mengatakan kepada para pemilih di Keene, New Hampshire: “Kekhawatiran saya adalah – saya tidak mengatakan sesuatu yang menghina, tapi ketika Anda menghadapi tekanan dari sebuah kepresidenan, kita tidak bisa memiliki orang lain yang kita pertanyakan. apakah mereka sehat secara mental untuk melakukannya.”
Baca Juga: 5 Peran Penting Mahkamah Agung AS dalam Pemilu Presiden 2024
“Tadi malam, Trump menghadiri rapat umum dan dia terus-menerus menyebut saya beberapa kali tentang mengapa saya tidak menjaga keamanan selama kerusuhan Capitol. Mengapa saya tidak menangani 6 Januari dengan lebih baik. Saya bahkan tidak berada di DC pada 6 Januari. Saya tidak berada di kantor saat itu,” kata Haley, dilansir CNN.
“Mereka bilang dia bingung. Bahwa dia sedang membicarakan hal lain. Bahwa dia sedang berbicara tentang Nancy Pelosi. Dia menyebut saya berkali-kali dalam skenario itu,” tambah mantan gubernur Carolina Selatan itu.
Haley mengatakan kepada para pemilih di Keene, New Hampshire: “Kekhawatiran saya adalah – saya tidak mengatakan sesuatu yang menghina, tapi ketika Anda menghadapi tekanan dari sebuah kepresidenan, kita tidak bisa memiliki orang lain yang kita pertanyakan. apakah mereka sehat secara mental untuk melakukannya.”
Baca Juga: 5 Peran Penting Mahkamah Agung AS dalam Pemilu Presiden 2024
Lihat Juga :