Serangan Udara Yordania Gempur Suriah Selatan, 11 Orang Tewas

Kamis, 18 Januari 2024 - 21:27 WIB
loading...
Serangan Udara Yordania...
Pemadam Kebakaran Suweida memposting foto yang menunjukkan kru sedang mencari seseorang yang diduga tewas setelah serangan di Arman, Suriah. Foto/Suweida Fire Brigade
A A A
DAMASKUS - Sebelas orang, termasuk wanita dan anak-anak, tewas dalam serangan udara Yordania di provinsi As Suwayda di Suriah selatan.

Kabar itu diungkap sumber lokal kepada Sputnik pada Kamis (18/1/2024). “Sebelas orang, termasuk anak-anak dan perempuan, tewas dalam serangan udara Yordania di provinsi As Suwayda,” ungkap sumber itu.
Serangan itu terjadi pada malam Rabu hingga Kamis, sumber itu menambahkan.

Sebanyak 11 orang, termasuk anak-anak, tewas dalam dugaan serangan udara Yordania di barat daya Suriah, menurut aktivis dan media setempat.

Beberapa rumah dilaporkan hancur di Arman, kota di provinsi Suweida sekitar 20 km (12 mil) dari perbatasan.

Belum ada komentar langsung dari pihak berwenang di Yordania terkait serangan udara tersebut.

Namun pasukan Yordania diyakini telah melakukan sejumlah serangan udara di Suriah selama setahun terakhir terhadap tersangka penyelundup narkoba dan fasilitas mereka.

Yordania dan sekutu Baratnya mengatakan milisi yang sangat terorganisir dan bersenjata lengkap yang didukung Iran dan beroperasi di wilayah yang dikuasai pemerintah di Suriah berada di balik lonjakan penyelundupan ke Arab Saudi, khususnya amfetamin Captagon, yang permintaannya sangat besar di negara-negara Teluk Arab.

Baca juga: Catat! Hamas yang Atur Kesepakatan Obat-obatan Gaza, Bukan Israel

Situs berita Suwayda 24 yang dikelola aktivis melaporkan serangan udara terbaru terjadi pada Kamis pagi di daerah permukiman Arman dan dekat Malah.

Laporan tersebut mengutip para saksi yang mengatakan rumah dua pria, yang diidentifikasi sebagai Omar Talab dan Turki al-Halabi, dihantam dan dihancurkan di Arman.

“Talab, ibu dan bibinya tewas, serta tujuh anggota keluarga Halabi termasuk istri dan dua putrinya yang masih kecil,” ungkap para saksi.

Halabi dan ibunya dilaporkan terjebak di bawah rumah mereka yang runtuh dan diduga tewas.

Suwayda 24 memposting video yang menunjukkan orang-orang mencari korban di satu lokasi. Pemadam kebakaran setempat kemudian mengatakan jenazah Halabi telah ditemukan dan warga sedang mencari orang lain.

Pemantau Suriah untuk Hak Asasi Manusia, kelompok pemantau yang berbasis di Inggris, mengatakan sembilan orang tewas dalam serangan terhadap Arman, termasuk lima wanita dan dua anak, dan keenam wanita terjebak di bawah reruntuhan.

Lembaga itu mengutuk apa yang disebutnya “pembantaian” di Arman dan mengatakan ini adalah ketiga kalinya tahun ini pesawat tempur Yordania “melanggar wilayah Suriah”.

“Serangan itu juga menargetkan satu gudang dan rumah di dekatnya yang rusak di Malah, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan,” ungkap laporan itu.

Pada tanggal 8 Januari, Suwayda 24 mengatakan tiga orang tewas dalam dua serangan terpisah yang menghantam satu rumah dan peternakan di kota Shaab serta gudang di Arman.

Salah satu editor situs tersebut, Ryan Marouf, mengatakan kepada kantor berita Reuters keesokan harinya bahwa, “Serangan tersebut tampaknya merupakan eskalasi perang Yordania melawan pengedar narkoba."

Marouf menambahkan, “Pasukan Yordania menargetkan peternakan yang dicurigai menyimpan narkoba sebelum diselundupkan melintasi perbatasan, serta rumah-rumah utama dan tempat persembunyian para pengedar narkoba."

Tentara Yordania juga mengumumkan pada 6 Januari bahwa mereka telah membunuh lima orang dalam bentrokan dengan penyelundup bersenjata yang berusaha menyeberang dari Suriah.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Demi Tangkap Bandar...
Demi Tangkap Bandar Narkoba, Para Anggota Polisi Rela Berpakaian Wanita dan Menari
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Yordania Kutuk Penyitaan...
Yordania Kutuk Penyitaan Properti oleh Israel di Dekat Masjid Al-Aqsa
Sepak Pojok Jadi Mimpi...
Sepak Pojok Jadi Mimpi Buruk! Aljazair Comeback Dramatis, Yordania Tersingkir
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Ini Alasan Jepang Naikkan...
Ini Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa Masuk hingga 5 Kali Lipat
Rekomendasi
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Berita Terkini
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Infografis
21 Orang Tewas Akibat...
21 Orang Tewas Akibat Serangan Rudal Balistik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved