Taiwan Miliki Presiden Baru, 18 Pesawat dan Kapal Perang China Manuver Besar-besaran
Kamis, 18 Januari 2024 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Salah seorang sumber yang mengetahui pemikiran pemerintahan Joe Biden mengatakan; "Tidak mengherankan melihat Beijing menggunakan beberapa bulan ke depan untuk secara bertahap meningkatkan tekanan terhadap Taiwan."
“Kami telah melihat tekanan diplomatik dan ancaman tekanan ekonomi lebih lanjut. Dan tekanan itu bisa terus berlanjut bahkan setelah pelantikan,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya.
Lai, yang akan mulai menjabat pada 20 Mei mendatang, telah berulang kali menawarkan pembicaraan dengan China namun ditolak. Dia mengatakan dia akan menjaga perdamaian dan stabilitas di selat itu, tapi hanya rakyat Taiwan yang bisa menentukan masa depannya.
Vincent Chao, juru bicara kampanye Lai dan kepala urusan internasional DPP, mengatakan kepada lembaga think tank AS; Institute of Peace, bahwa pemerintahan baru akan menjadi pemerintahan "lanjutan" dan "tidak ada kejutan" sambil mempertahankan pencegahan yang kuat bersama dengan AS dan negara-negara lain di wilayah tersebut.
Dia mengatakan pemerintah akan melakukan segala upaya untuk bertanggung jawab dan pragmatis serta menghindari provokasi sambil mempertahankan pencegahan tersebut.
“Kita tidak boleh memberikan kesempatan kepada (pemimpin China) Xi Jinping untuk suatu hari sadar dan memutuskan bahwa hari ini adalah hari yang baik,” katanya.
"Itu semua didasarkan pada risiko dan biaya...Jadi risiko dan harga yang harus ditanggung jika dia mengambil tindakan harus sangat tinggi," kata Chao.
"Kami juga berkomitmen untuk menjaga risiko dan harga jika dia tidak mengambil tindakan sangat, sangat rendah."
“Kami telah melihat tekanan diplomatik dan ancaman tekanan ekonomi lebih lanjut. Dan tekanan itu bisa terus berlanjut bahkan setelah pelantikan,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya.
Lai, yang akan mulai menjabat pada 20 Mei mendatang, telah berulang kali menawarkan pembicaraan dengan China namun ditolak. Dia mengatakan dia akan menjaga perdamaian dan stabilitas di selat itu, tapi hanya rakyat Taiwan yang bisa menentukan masa depannya.
Vincent Chao, juru bicara kampanye Lai dan kepala urusan internasional DPP, mengatakan kepada lembaga think tank AS; Institute of Peace, bahwa pemerintahan baru akan menjadi pemerintahan "lanjutan" dan "tidak ada kejutan" sambil mempertahankan pencegahan yang kuat bersama dengan AS dan negara-negara lain di wilayah tersebut.
Dia mengatakan pemerintah akan melakukan segala upaya untuk bertanggung jawab dan pragmatis serta menghindari provokasi sambil mempertahankan pencegahan tersebut.
“Kita tidak boleh memberikan kesempatan kepada (pemimpin China) Xi Jinping untuk suatu hari sadar dan memutuskan bahwa hari ini adalah hari yang baik,” katanya.
"Itu semua didasarkan pada risiko dan biaya...Jadi risiko dan harga yang harus ditanggung jika dia mengambil tindakan harus sangat tinggi," kata Chao.
"Kami juga berkomitmen untuk menjaga risiko dan harga jika dia tidak mengambil tindakan sangat, sangat rendah."
(mas)
Lihat Juga :