Mattis: AS Akan Menyesal Tarik Pasukan dari Suriah

Jum'at, 27 April 2018 - 06:32 WIB
Mattis: AS Akan Menyesal...
Mattis: AS Akan Menyesal Tarik Pasukan dari Suriah
A A A
WASHINGTON - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Jim Mattis mengatakan AS "mungkin menyesal" akan tidak mempertahankan pasukan di Suriah untuk memastikan bahwa militan ISIS tidak muncul kembali. Pernyataan ini merupakan tanda terbaru bahwa penarikan total pasukan AS tidak mungkin terjadi.

Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengatakan ia ingin menarik pasukan Amerika dari Suriah segera. Namun ia juga menegaskan keinginannya untuk meninggalkan jejak yang kuat dan abadi.

Jejak kaki, dalam bahasa militer, biasanya mengacu pada kehadiran pasukan AS.

Mattis tidak memberikan indikasi yang jelas tentang berapa lama pasukan AS akan tetap berada di Suriah atau mengisyaratkan peningkatan pasukan di masa depan. Ia hanya menekankan misi yang sedang berlangsung untuk melatih pasukan lokal guna memerangi ISIS.

"Kami harus menciptakan kekuatan lokal yang dapat menjaga tekanan pada setiap upaya ISIS untuk mencoba (muncul kembali)," kata Mattis pada sidang Komite Bersenjata Senat, menggunakan akronim untuk Negara Islam.

Ketika ditanya apakah akan berisiko memiliki mitra lokal tanpa pasukan AS, Mattis mengatakan: "Saya yakin bahwa kami mungkin akan menyesalinya," seperti dikutip dari Reuters, Jumat (27/4/2018).

Pentagon dan Departemen Luar Negeri telah menyatakan bahwa upaya jangka panjang AS akan diperlukan untuk memastikan kekalahan yang abadi dari ISIS. Kelompok ini merebut sebagian besar wilayah Suriah dan Irak tetapi secara bertahap kehilangan wilayahnya sejak AS dan sekutunya memulai serangan militer pada tahun 2014.

Beberapa kritikus paling keras dari potensi penarikan militer AS dari Suriah berasal dari partai Republik sendiri, yang mengecam Presiden Barack Obama ketika ia menarik pasukan AS dari Irak pada 2011. Pasukan Irak mulai terurai dan akhirnya ambruk dalam menghadapi kemajuan ISIS ke negara itu pada tahun 2014.

"Kami belajar bahwa pasukan Irak tidak mampu memberikan keamanan di dalam negeri dan memberi musuh kesempatan untuk bangkit kembali, di sanalah benar-benar ISIS memiliki ruang untuk tumbuh," kata Jenderal Marinir AS Joseph Dunford, Kepala Staf Gabungan, pada sidang.

Serangan udara AS, pasukan dan milisi Suriah yang didukung AS telah memberikan pukulan berat kepada ISIS di Suria. Tetapi kelompok itu masih menguasai sejumlah kantong wilayah dan secara luas diperkirakan akan kembali ke taktik gerilya jika sisa-sisa terakhir dari "khilafah" tidak ditangkap.

Mattis mengatakan ia mengharapkan upaya "re-energi" terhadap militan ISIS di Suriah timur dalam beberapa hari mendatang.

“Anda akan melihat upaya energi kembali terhadap Lembah Sungai Eufrat tengah di hari-hari mendatang dan melawan sisa geografis kekhalifahan,” tukas Mattis.
(ian)
Berita Terkait
Suriah Murka! Sebut...
Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan
Serangan AS di Suriah...
Serangan AS di Suriah Tewaskan Pemimpin Senior ISIS
Pasukan AS Tewaskan...
Pasukan AS Tewaskan Dua Pentolan ISIS dalam Serangan di Suriah
Mampukah Serangan Balas...
Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan...
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan Tewas dalam Pertempuran
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
Berita Terkini
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
4 menit yang lalu
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
1 jam yang lalu
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
2 jam yang lalu
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
2 jam yang lalu
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
3 jam yang lalu
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved