6 Alasan Turki Makin Intensif Menyerang Basis Pertahanan Pemberontak PKK di Irak dan Suriah

Rabu, 17 Januari 2024 - 21:21 WIB
loading...
A A A
“Hubungan Turki-Irak rumit. Hal ini melibatkan aktivitas militer Turki dan pengaruhnya di Irak, perdagangan barang dan energi, serta aliran air. Keseimbangan kekuatan sebagian besar berpihak pada Ankara, namun Irak menemukan pijakannya,” kata Bilal Wahab, peneliti senior di Washington Institute for Near East Policy kepada The New Arab.

“Pertama, berbeda dengan sikap diam sebelumnya, suara-suara di Bagdad meningkat menentang kehadiran dan aktivitas militer Turki, terutama di wilayah tiga perbatasan dengan Suriah. Selain itu, Ankara terkejut dengan tekanan Baghdad atas arbitrase pipa Irak-Turki. Dan Baghdad tampaknya membujuk Ankara untuk berinvestasi di proyek pelabuhan dan kereta api di wilayah selatan.”

4. Ketegangan Suplai Air dari Turki

6 Alasan Turki Makin Intensif Menyerang Basis Pertahanan Pemberontak PKK di Irak dan Suriah

Foto/Reuters

Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani pada bulan Maret 2023 melakukan kunjungan resmi dua hari ke Turki setelah mendapat undangan dari Erdogan. Sudani meminta Erdogan mengizinkan aliran lebih banyak air ke Irak selama musim panas.

Perubahan iklim, berkurangnya curah hujan, dan pembendungan di hulu yang dilakukan Turki telah menyebabkan kondisi kekeringan di Irak dan Suriah.

5. Konflik Penjualan Minyak

6 Alasan Turki Makin Intensif Menyerang Basis Pertahanan Pemberontak PKK di Irak dan Suriah

Foto/Reuters

Sumber ketegangan lain antara Ankara, Bagdad, dan Erbil adalah perselisihan selama sembilan tahun mengenai penjualan minyak mentah dari wilayah Kurdistan ke Turki.

Kamar Dagang Internasional (ICC) yang berbasis di Paris memutuskan mendukung hak Baghdad untuk bersikeras mengawasi semua ekspor minyak Irak.

Perjanjian tersebut memerintahkan Turki untuk membayar ganti rugi kepada Baghdad sebesar USD1,5 miliar karena mengizinkan Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) mengekspor minyak antara tahun 2014 dan 2018 tanpa persetujuan pemerintah Irak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Gunduli Irak, Prancis...
Gunduli Irak, Prancis Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
PBB: Israel Sengaja...
PBB: Israel Sengaja Bunuh Anak-Anak Gaza
Rekomendasi
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Berita Terkini
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Infografis
6 Alasan Ribuan Narapidana...
6 Alasan Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara AS Setiap Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved