6 Alasan Turki Makin Intensif Menyerang Basis Pertahanan Pemberontak PKK di Irak dan Suriah

Rabu, 17 Januari 2024 - 21:21 WIB
loading...
A A A
Irak secara resmi meminta Turki untuk melanjutkan ekspor minyak mentah dari wilayah Kurdistan melalui pelabuhan Ceyhan di Turki. Namun, Ankara belum memfasilitasi dimulainya kembali aktivitas tersebut, malah bersikeras agar Irak tidak membayar denda berdasarkan keputusan pengadilan internasional.

Irak dan KRG telah kehilangan jutaan dolar karena penangguhan tersebut, yang menyebabkan kenaikan harga minyak karena ekspor Kurdi mewakili sekitar 0,5 persen pasokan minyak global. Dimulainya kembali minyak mentah diperkirakan akan menurunkan harga minyak global.

6. Irak Ingin Menjadi Pusat Transportasi Dunia

6 Alasan Turki Makin Intensif Menyerang Basis Pertahanan Pemberontak PKK di Irak dan Suriah

Foto/Reuters

Permasalahan lain yang dibahas termasuk rencana ambisius Irak yang diumumkan pada bulan Juni 2024 untuk proyek senilai USD17 miliar yang mengubah Irak menjadi pusat transportasi regional dengan mengembangkan infrastruktur jalan raya dan kereta api yang menghubungkan Eropa dengan Timur Tengah.

Proyek sepanjang 1.200 kilometer yang dikenal sebagai 'Rute Pembangunan' ini membentang dari perbatasan utara dengan Turki hingga Teluk di selatan.

“Erdogan merasa berani dengan kemenangan pemilunya meskipun ada dukungan Kurdi terhadap oposisinya. Namun, untuk bisa memerintah dengan damai, ia memerlukan perjanjian perdamaian baru dengan PKK, namun hal tersebut harus dilakukan sebelum ia melemahkan perjanjian tersebut. Oleh karena itu peningkatan tempo serangan di Irak dan Suriah,” tambah Wahab.

“Membaca ruang global, Ankara merasakan perang di Ukraina dan kebutuhan NATO memberinya toleransi internasional atas tindakan yang diambil terhadap PKK dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF).”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
Gempa Dahsyat Guncang...
Gempa Dahsyat Guncang Turki dan Suriah, Ribuan Orang Tewas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved