6 Alasan Turki Makin Intensif Menyerang Basis Pertahanan Pemberontak PKK di Irak dan Suriah

Rabu, 17 Januari 2024 - 21:21 WIB
loading...
6 Alasan Turki Makin...
Turki makin intensif menyerang basis pertahanan pemberontak PKK di Irak dan Suriah. Foto/Reuters
A A A
ANKARA - Militer Turki telah meningkatkan serangan terhadap kelompok Kurdi di Irak utara dan Suriah timur laut dalam beberapa bulan terakhir. Peningkatan aksi setelah kemenangan Recep Tayyip Erdogan pada pemilu lalu.

Serangan pesawat tak berawak Turki menargetkan pejuang dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang berbasis di wilayah Kurdistan Irak, serta Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di timur laut Suriah. Namun, mereka juga menimbulkan korban sipil.

6 Alasan Turki Makin Membabi Buta Melancarkan Serangan ke Irak dan Suriah

1. Diplomasi Tak Menyelesaikan Masalah

6 Alasan Turki Makin Intensif Menyerang Basis Pertahanan Pemberontak PKK di Irak dan Suriah

Foto/Reuters

Erdogan pernah berkunjung ke Irak untuk menyelesaikan masalah bilateral yang membekukan antara kedua negara, terutama kehadiran PKK di daerah pegunungan di Irak utara, kelangkaan air di negara tersebut, dan peluang investasi bagi Turki.

PKK, sebuah gerakan bersenjata sayap kiri, dibentuk pada akhir tahun 1970an oleh pemimpinnya yang kini dipenjara, Abdullah Ocalan. Mereka telah melakukan perang berdarah selama empat dekade melawan negara Turki yang menuntut otonomi lebih besar bagi suku Kurdi di tenggara negara tersebut. Setidaknya 40.000 orang dari kedua belah pihak telah tewas sejak tahun 1984.

2. Irak Dinilai Gagal Melumpuhkan PKK

6 Alasan Turki Makin Intensif Menyerang Basis Pertahanan Pemberontak PKK di Irak dan Suriah

Foto/Reuters

Turki berpendapat bahwa PKK melancarkan operasi militer lintas batas terhadap tentara Turki dan warga sipil di Turki. Negara Turki juga mengklaim pemerintah federal Irak dan Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) gagal mengusir PKK dari kawasan segitiga pegunungan yang membentang dari perbatasan timur Irak dengan Iran hingga perbatasan utara dengan Turki.

Akibatnya, Turki, dengan lampu hijau dari Partai Demokrat Kurdistan (KDP) pimpinan Masoud Barzani, telah mendirikan ratusan pos militer dan pangkalan permanen di dalam wilayah Irak. Turki dan sekutu Baratnya menganggap PKK sebagai organisasi teroris.

Pada pertengahan Juni 2024, PKK mengakhiri gencatan senjata sepihak dengan Turki yang diumumkan setelah gempa bumi dahsyat yang melanda Turki dan Suriah pada 6 Februari.

3. Irak Tidak Mau Didikte oleh Turki

6 Alasan Turki Makin Intensif Menyerang Basis Pertahanan Pemberontak PKK di Irak dan Suriah

Foto/Reuters
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Iran Serang Fasilitas...
Iran Serang Fasilitas CIA di Arab Saudi dan Irak, AS Curiga Rusia Terlibat
Rekomendasi
BSKDN Kemendagri Perkuat...
BSKDN Kemendagri Perkuat Kolaborasi dengan Uncen Dorong Lahirkan Inovasi Daerah
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Infografis
6 Alasan Ribuan Narapidana...
6 Alasan Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara AS Setiap Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved